JAKARTA , RadarBangsa.co.id – Di tengah meningkatnya apatisme politik di kalangan generasi muda, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong penguatan literasi politik dan digital melalui kolaborasi dengan komunitas kreatif pemuda. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kualitas demokrasi sekaligus membangun partisipasi publik yang lebih sehat di era informasi cepat.
Dorongan itu disampaikan saat menerima audiensi Creative Student Home (CreSHome), Senin (27/4/2026). Dalam pertemuan tersebut, Lia menilai komunitas berbasis kreativitas menjadi jembatan efektif antara dunia politik dan generasi Z yang cenderung menjauh dari isu kebangsaan.
Menurutnya, rendahnya minat politik di kalangan anak muda bukan semata karena ketidakpedulian, tetapi juga kurangnya pendekatan yang relevan dengan gaya hidup digital mereka. Akibatnya, ruang publik kerap diisi informasi tidak akurat yang berpotensi memicu polarisasi.
“CreSHome menjadi wadah strategis untuk membentuk generasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga paham demokrasi. Ini penting agar mereka tidak sekadar menjadi penonton dalam proses politik,” ujar Lia.
Ia menekankan bahwa literasi digital harus berjalan seiring dengan pemahaman politik. Tanpa keduanya, generasi muda berisiko menjadi konsumen informasi yang pasif dan rentan terpapar hoaks, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas keputusan publik.
“Gen Z harus melek digital sekaligus melek politik. Dengan begitu, mereka bisa menjadi agen perubahan yang kritis dan mampu membangun narasi publik yang sehat,” tegasnya.
Pendekatan berbasis komunitas, lanjut Lia, menjadi solusi konkret untuk mengurangi jarak antara institusi politik dan masyarakat muda. Melalui program yang interaktif, anak muda dapat memahami sistem pemerintahan tanpa merasa digurui.
Dari sisi komunitas, perwakilan CreSHome, M Rezky Ramadhan, menjelaskan bahwa organisasinya fokus pada pendidikan nonformal bagi pelajar dan mahasiswa. Program yang dijalankan mencakup Sekolah Politik, Town Hall Meeting, hingga Parliament Tour.
“Tujuan kami membentuk pemuda yang kritis, berintegritas, dan siap terlibat dalam proses demokrasi,” jelasnya.
Program lain seperti Indonesian Youth Exchange (IYX) juga membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar di tingkat internasional. Ini diharapkan memperluas wawasan sekaligus meningkatkan daya saing pemuda Indonesia di kancah global.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah pelajar dan delegasi pemuda dari berbagai komunitas nasional. Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan ekosistem pembinaan generasi muda yang berkelanjutan.
Lia menegaskan, keterlibatan aktif generasi muda dalam politik bukan hanya soal partisipasi, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kualitas pemerintahan dan kebijakan publik.
“Kalau anak muda paham politik sejak dini, maka ke depan kita punya pemimpin yang lebih siap, berintegritas, dan berpihak pada rakyat,” pungkasnya.
Lainnya:
- Sempat Dicurhati Ojol, DPD RI Lia Istifhama Syukuri Langkah Cepat Prabowo Pangkas Potongan Aplikasi
- Gebrakan PKB Lamongan, Kantor Fraksi Resmi Dibuka untuk Warga, Keluhan Ditangani Langsung
- Gebrakan Baru PKB Sidoarjo: Kantor Dpc Dibuka Tiap Jumat, Aduan Warga Ditampung Langsung
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








