Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Lamongan, Perkuat Kendali Inflasi Jelang Ramadan

Minggu, 11 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan beras SPHP dan telur gratis kepada warga saat pasar murah di Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membagikan beras SPHP dan telur gratis kepada warga saat pasar murah di Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menggelar pasar murah di Kabupaten Lamongan sebagai langkah strategis pengendalian inflasi dan perlindungan daya beli masyarakat. Program ini menjadi intervensi awal pemerintah provinsi menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok di awal tahun dan menjelang Ramadan.

Pasar Murah Jadi Instrumen Stabilitas Harga
Pasar murah tersebut berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (10/1/2026), dan menjadi pelaksanaan kedua sepanjang tahun 2026. Sejak pagi, warga tampak memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran.

Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Gubernur Khofifah meninjau langsung jalannya pasar murah. Ia juga menyapa warga dan membagikan bantuan pangan berupa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta telur ayam secara gratis kepada ibu-ibu, anak-anak, dan lansia.

Khofifah menegaskan bahwa awal tahun kerap menjadi periode rawan fluktuasi harga, terutama menjelang bulan puasa. Karena itu, pemerintah daerah perlu hadir melalui kebijakan konkret yang langsung dirasakan masyarakat.

“Awal tahun ini kita langsung bergerak. Pasar murah merupakan ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, di sela kegiatan.

Sejumlah komoditas strategis disediakan dengan harga yang telah disubsidi pemerintah. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per pack.

Selain itu, tersedia tepung terigu Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan daging ayam ras Rp30.000 per pack. Seluruh komoditas disiapkan dengan stok mencukupi untuk menghindari kelangkaan dan antrean panjang.

Menurut Khofifah, pasar murah merupakan instrumen efektif dalam pengendalian inflasi karena menyasar langsung kebutuhan harian masyarakat dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

“Kita ingin masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di awal tahun. Lokasi pasar murah juga kita atur agar tidak berdekatan dengan pasar tradisional, sehingga tidak mengganggu ekosistem perdagangan yang sudah berjalan,” tegasnya.

Program Berkelanjutan dan Sinergi Daerah
Khofifah menjelaskan, pasar murah tidak bersifat insidental, melainkan bagian dari program berkelanjutan yang disinergikan dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

“Wilayah Jawa Timur sangat luas. Karena itu, provinsi dan kabupaten/kota saling melengkapi. Tujuan akhirnya adalah mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau,” kata Khofifah.

Ia juga memastikan bahwa stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman. Namun, pemerintah tetap fokus menjaga keterjangkauan harga agar daya beli masyarakat tidak tergerus.

“Sembako kita insya Allah sangat cukup. Yang kita jaga adalah harganya supaya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan layak,” pungkasnya.

Warga Kecamatan Deket mengaku sangat terbantu dengan kehadiran pasar murah. Aminah, salah satu warga, menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Alhamdulillah, terima kasih Bu Khofifah. Pasar murah ini sangat membantu, apalagi di awal tahun kebutuhan banyak. Harganya murah dan barangnya lengkap,” ujar Aminah.

Hal senada disampaikan Endang, warga lainnya, yang juga menerima bantuan beras SPHP dan telur gratis.

“Terima kasih Bu Khofifah, sangat membantu sekali. Semoga nanti menjelang Ramadan diadakan lagi,” ucapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru