Gubernur Khofifah Lepas Produk IKM Jatim Senilai Rp5,8 Miliar ke Pasar Global

Kamis, 27 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk produk IKM Desa Devisa senilai Rp5,8 miliar dalam Festival Ekspor Jatim 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk produk IKM Desa Devisa senilai Rp5,8 miliar dalam Festival Ekspor Jatim 2025. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas enam truk berisi produk unggulan Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Devisa ke enam negara dalam Festival Ekspor Jawa Timur 2025, Rabu (26/11), di PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Total nilai ekspor yang dilepas mencapai USD351.646 atau sekitar Rp5,8 miliar, menandai lonjakan akses pasar internasional bagi pelaku usaha lokal.

Produk yang dilepas mencakup rempah, makanan ringan, sepatu, hingga pakan ternak. Jahe gajah senilai USD53.200 menuju Bangladesh, keripik singkong senilai USD14.661 ke Korea Selatan, mie kering senilai USD6.686,40 ke Belanda, dan kerupuk senilai USD200.000 ke India. Sementara sepatu senilai USD37.060 dikirim ke Korea Selatan, dan pakan ternak senilai USD40.000 ke Australia.

Khofifah menekankan bahwa momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi memperluas pangsa pasar internasional produk lokal. “Setiap truk yang berangkat membawa harapan bagi ekonomi desa. Produk IKM Desa Devisa kini bukan hanya mengisi pasar domestik, tapi mampu bersaing di kancah global,” ujarnya.

Gubernur menekankan bahwa Desa Devisa berperan strategis dalam pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. Hingga November 2025, Jawa Timur memiliki 293 Desa Devisa, dengan tambahan 72 desa baru yang dilaunching bersamaan dengan festival. “Desa Devisa menjadi jembatan bagi pelaku usaha kecil untuk masuk ke rantai pasok global. Ini momentum bagi seluruh stakeholder untuk memperkuat ekosistem ekspor,” kata Khofifah.

Festival Ekspor 2025 merupakan kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur, PT Pelindo Regional III, dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) DPD Jawa Timur. Festival ini dirancang untuk memperkuat ekosistem ekspor, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memfasilitasi IKM agar lebih mudah menembus pasar global.

“Penguatan logistik, seperti penyediaan kontainer oleh Pelindo III, hanyalah bagian dari upaya kami memudahkan pelaku usaha pemula. Keberhasilan ekspor ini lahir dari sinergi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha,” jelas Khofifah.

Selain melepas truk ekspor, festival juga menjadi ajang penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara empat UKM dengan buyer Malaysia. Transaksi terbesar dilakukan oleh Sang Bamboo senilai Rp3,9 triliun untuk kerajinan topi dan anyaman pandan. CV Temon Agro menandatangani kesepakatan senilai Rp198 juta untuk gula aren, Dona Doni senilai Rp44 juta untuk keranjang handuk, dan PT Grow Artha Rimpang senilai Rp77,7 juta untuk minuman herbal.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, menyatakan festival ini berperan penting dalam memperkuat neraca perdagangan provinsi. “Festival Ekspor 2025 menghadirkan 40 stand IKM dan eksportir, serta memberikan kesempatan business matching dengan buyer internasional. Ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi pelaku usaha yang telah mendorong pertumbuhan ekspor,” katanya.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim akan terus menggelar misi dagang dan pameran produk unggulan di berbagai provinsi, khususnya Indonesia Timur, untuk mendukung promosi dan pemasaran produk Desa Devisa. “Dengan memfasilitasi akses pasar dan hilirisasi produk, Jawa Timur dapat menjadi pilot project ekspor nasional. Ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha agar lebih kompetitif di pasar internasional,” imbuhnya.

Selain melepas produk, Gubernur meresmikan 72 Desa Devisa baru dan menyerahkan penghargaan bagi UKM pendukung ekspor. Kota Kediri dan Kabupaten Malang menjadi pemenang kategori pemerintah. Turut hadir Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, dan Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Patmosukarso.

Festival ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pelaku IKM naik kelas, memperluas akses ke pasar internasional, serta meningkatkan nilai tambah produk lokal. Dengan penguatan koordinasi, pembiayaan, dan promosi, Khofifah berharap Desa Devisa mampu menjadi simbol keberhasilan ekonomi desa berbasis ekspor yang berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober
Menaker Paparkan Regulasi Baru untuk Perkuat Pelindungan Pekerja
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Ajak Ibu LDII Lindungi Anak di Ruang Digital

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:23

Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:08

Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026

Berita Terbaru