MALANG, RadarBangsa.co.id – Peluncuran Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya tidak hanya menghadirkan moda transportasi baru, tetapi juga menandai percepatan digitalisasi layanan publik di sektor transportasi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut hadirnya Trans Jatim Gajayana sebagai bagian dari upaya menyediakan transportasi modern yang mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat perkotaan dan kawasan wisata seperti Malang–Batu.
Gubernur secara resmi meluncurkan layanan ini di Balai Kota Malang pada Kamis (20/11). Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa layanan baru dibuka gratis selama satu minggu sebagai bentuk sosialisasi awal. “Alhamdulillah Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya dapat mulai digunakan. Selama satu minggu, masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara gratis,” ujarnya.
Penerapan sistem pembayaran digital menjadi salah satu inovasi terbesar dalam layanan koridor baru ini. Trans Jatim kini mendukung QRIS, kartu elektronik, dompet digital, e-wallet berbagai bank, hingga fitur terbaru berupa Tap QRIS yang difasilitasi Bank Indonesia. “Inovasi terbaru memungkinkan penumpang cukup men-tap QRIS untuk pembayaran. Ini bagian dari percepatan digitalisasi transportasi publik,” kata Khofifah.
Kemudahan digital tidak berhenti pada sistem pembayaran. Trans Jatim Ajaib 2.0 sebagai aplikasi resmi layanan turut mengalami peningkatan fitur. Aplikasi ini menyediakan pembelian tiket daring, informasi jalur, jadwal, posisi bus secara real time, estimasi kedatangan, lokasi halte terdekat, laporan layanan, hingga notifikasi keselamatan. Dengan fitur ini, masyarakat dapat merencanakan perjalanan secara lebih efektif dan efisien.
Selain itu, integrasi fitur keselamatan turut menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Setiap bus Trans Jatim Koridor Malang Raya dilengkapi lima kamera CCTV dengan sensitivitas tinggi. Alat ini dirancang untuk mendeteksi berbagai insiden, seperti tindakan kurang etis, tindak kriminal, hingga kepadatan penumpang secara real time. “Harapan kami masyarakat merasa lebih aman. Jika terjadi sesuatu seperti sexual harassment atau pencopetan, rekaman CCTV bisa segera diakses,” tegas Khofifah.
Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya melayani rute Terminal Hamid Rusdi–Landungsari–Batu dengan 15 armada. Waktu beroperasi ditetapkan pukul 04.00–22.00 WIB. Waktu tempuh rute sekitar 110 menit dari Malang ke Batu dan 100 menit dari arah sebaliknya. Koridor ini juga melewati 62 titik henti yang tersebar di sepanjang jalur padat aktivitas warga.
Tarif setelah masa gratis berakhir ditetapkan Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar serta santri. “Kami ingin layanan ini tetap terjangkau dan bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat,” kata Khofifah.
Dari sisi identitas, Gajayana mengusung warna biru sebagai representasi Malang. Nama Gajayana merujuk pada raja Kerajaan Kanjuruhan yang membawa masa kejayaan wilayah tersebut. Filosofi identitas ini memperkuat citra Trans Jatim sebagai Gerbang Akses Transportasi Jawa Timur yang Andal dan Nyaman.
Sejak awal, Trans Jatim dirancang sebagai proyek yang tidak hanya menjawab kebutuhan mobilitas, tetapi juga mendukung agenda transformasi digital. Hal ini sejalan dengan visi Nawa Bhakti Satya melalui Bhakti ke-3, yaitu Jatim Akses, yang menekankan percepatan konektivitas dan kemudahan mobilitas warga.
Keberhasilan Trans Jatim sebelumnya menjadi salah satu alasan dipilihnya Malang Raya sebagai kawasan perluasan layanan. Berbagai penghargaan yang diterima Trans Jatim menunjukkan bahwa penerapan teknologi tidak hanya meningkatkan efektivitas layanan, tetapi juga memperkuat kualitas kebijakan daerah. Penghargaan tersebut termasuk Inovasi Membangun Negeri 2025, Pemimpin Daerah Awards, Radar Surabaya Awards, serta Detik Jatim Awards untuk kategori konektivitas transportasi penunjang ekonomi.
Saat ini, Trans Jatim bahkan menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Replikasi konsep layanan telah dilakukan di berbagai daerah seperti Trans Donggala, Trans Palu, Trans Batam, Trans Banten, dan proyek lanjutan di Kaltim, NTB, Samarinda, Buol, Toli-Toli, Manado, serta Badung Bali. “Trans Jatim telah menjadi percontohan nasional. Replikasi ini menunjukkan bahwa inovasi dari Jawa Timur dapat berkontribusi pada kemajuan daerah lain,” ungkap Khofifah.
Pemprov Jatim memastikan bahwa pengembangan layanan transportasi publik tidak berhenti di satu koridor. Dalam waktu dekat, Malang Raya akan mendapatkan tambahan dua koridor baru sebagai bagian dari tahap pengembangan lanjutan. “Kami berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah disiapkan. Koordinasi terus dilakukan bersama Satlantas dan pemerintah daerah untuk menyempurnakan operasional layanan,” tutupnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








