MATARAM, RadarBangsa.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya integritas dan profesionalitas dalam birokrasi daerah saat melantik pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dan pejabat administrator, Rabu (17/9), di Pendopo Gubernur NTB.
Pelantikan ini diikuti oleh sejumlah pejabat baru maupun pejabat yang digeser untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Gubernur menekankan bahwa proses seleksi dilakukan berdasarkan meritokrasi, transparan, dan obyektif.
“Tidak ada intervensi personal. Meski unsur subyektifitas pasti ada, namun tidak pernah mendominasi keputusan. Semua dipilih dengan cara seobjektif mungkin,” tegas Miq Iqbal.
Dalam arahannya, Gubernur menekankan bahwa integritas adalah syarat mutlak bagi pejabat publik. Ia menegaskan, daerah tidak akan berkembang apabila dipimpin oleh aparatur yang mengabaikan nilai kejujuran.
“Integritas berarti mengutamakan pelayanan kepada masyarakat dan siap mengambil risiko demi kebaikan daerah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar jabatan tidak menjadi alasan untuk merasa istimewa. Menurutnya, pelantikan ini adalah awal tanggung jawab baru yang harus segera dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Gubernur memberikan arahan khusus kepada beberapa OPD strategis. Inspektorat, misalnya, diminta segera memetakan manajemen risiko pembangunan dan mengambil langkah preventif agar tidak terjadi persoalan hukum di kemudian hari. Mulai tahun depan, seluruh pejabat eselon II diwajibkan memiliki sertifikat manajemen risiko pembangunan.
Biro Hukum diarahkan untuk menjadi mitra diskusi OPD dalam mencari solusi kebijakan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Inspektorat. Sementara itu, Biro Pengadaan Barang dan Jasa diingatkan agar selalu menjunjung profesionalisme karena posisinya dianggap rawan terhadap konflik kepentingan.
Adapun OPD lain diingatkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, sederhana, dan berpihak pada masyarakat.
Pejabat yang Dilantik dan Pergeseran Jabatan
Dalam kesempatan ini, beberapa pejabat eselon II resmi dilantik, di antaranya:
Budi Herman sebagai Inspektur Inspektorat NTB.
H. Irnadi Kusuma sebagai Kepala DPMPTSP NTB.
Samsudin sebagai Kepala Dinas ESDM.
Drs. Ervan Anwar sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
Marga Sukifli Rayes sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Dr. Hubaidi sebagai Kepala Biro Hukum.
Selain itu, beberapa pejabat mengalami rotasi jabatan, seperti Dr. Najamuddin Amy yang kini menjabat Kepala Biro Ekonomi, Muhammad Taufiq Hidayat sebagai Kepala Biro Organisasi, serta sejumlah pejabat lainnya yang ditempatkan pada posisi strategis sesuai kebutuhan birokrasi.
Menutup arahannya, Miq Iqbal menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur akan memantau kinerja pejabat yang baru dilantik. Evaluasi akan dilakukan dalam enam bulan pertama untuk memastikan amanah dijalankan sesuai harapan masyarakat.
“Selepas pelantikan ini, mulailah bekerja dengan baik. Saya dan Wakil Gubernur akan memantau kinerja saudara dalam enam bulan ke depan sebagai wujud akuntabilitas atas amanah yang diberikan masyarakat kepada kami,” pungkasnya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin








