Hari Bumi 2026, DPRD Blitar Dorong Aksi Nyata Atasi Sampah dan Lingkungan

Kamis, 23 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi saat peringatan Hari Bumi, Rabu (22/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriadi saat peringatan Hari Bumi, Rabu (22/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BLITAR, RadarBangsa.co.id — Peringatan Hari Bumi 22 April 2026 dimanfaatkan DPRD Kabupaten Blitar untuk menekan persoalan lingkungan yang kian mendesak, mulai dari lonjakan sampah hingga ancaman perubahan iklim yang berdampak langsung pada kehidupan warga.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, menegaskan peringatan Hari Bumi tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Momentum ini dinilai penting untuk mendorong kebijakan konkret yang mampu menjawab persoalan lingkungan yang dirasakan masyarakat sehari-hari.

“Ini bukan sekadar peringatan. Hari Bumi harus menjadi pengingat tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup,” tegas Supriadi.

Ia menyoroti sejumlah persoalan krusial seperti pencemaran, meningkatnya volume sampah rumah tangga, hingga alih fungsi lahan yang memperburuk kualitas lingkungan. Jika tidak ditangani serius, kondisi ini berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat, ketersediaan air bersih, hingga sektor pertanian.

Sebagai respons, DPRD mendorong penguatan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai, optimalisasi sistem pengelolaan sampah, serta program penghijauan di berbagai wilayah. Langkah ini diharapkan memberi manfaat nyata, seperti lingkungan yang lebih bersih, udara sehat, dan berkurangnya risiko bencana ekologis.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat khususnya generasi muda dinilai menjadi kunci perubahan jangka panjang. Upaya ini diarahkan untuk membangun budaya sadar lingkungan sejak dini agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif.

Supriadi menekankan, keberhasilan program lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan sektor swasta dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penentu keberlanjutan.

“Kolaborasi lintas sektor harus diperkuat agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti di kebijakan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Tik

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru