Hari Bumi di Bromo, Gerindra Pasuruan Soroti Krisis Lingkungan dan Aksi Nyata

Minggu, 26 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi bersih dan penyerahan bantuan di kawasan Gunung Bromo, Minggu (26/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Aksi bersih dan penyerahan bantuan di kawasan Gunung Bromo, Minggu (26/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Momentum Hari Bumi dimanfaatkan DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Pasuruan untuk mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan di kawasan Gunung Bromo, Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini tak sekadar seremonial, tetapi menyasar langsung persoalan kebersihan dan kerusakan ekosistem di kawasan wisata unggulan tersebut.

Aksi sosial difokuskan pada pembersihan tempat ibadah di area Lautan Pasir serta penyaluran bantuan sarana prasarana. Langkah ini dinilai penting karena kawasan Bromo tidak hanya menjadi destinasi wisata nasional, tetapi juga ruang spiritual lintas agama yang membutuhkan perhatian serius dalam pengelolaannya.

Perwakilan DPC Gerindra Pasuruan, Adinda Denisa, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus layanan publik berbasis komunitas.

“Kami ingin memastikan tempat ibadah tetap bersih dan layak digunakan. Ini bagian dari tanggung jawab bersama menjaga kawasan Bromo,” ujarnya.

Selain aksi bersih, Gerindra juga menyalurkan 2.000 bibit pohon cemara sebagai upaya penghijauan. Penanaman ini diharapkan mampu menekan risiko kerusakan lahan dan menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan rawan erosi tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan dari Fraksi Gerindra, Agus Setiya Wardana, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respon terhadap ancaman degradasi lingkungan yang kian nyata.

“Penghijauan ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Bromo. Kami juga memberikan bantuan 200 karung semen untuk mendukung pembangunan fasilitas ibadah,” jelasnya.

Dari sisi dampak publik, kegiatan ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pengunjung. Lingkungan yang bersih dan fasilitas ibadah yang layak tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga mendukung sektor pariwisata yang menjadi sumber ekonomi warga sekitar.

Namun demikian, aksi ini juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga Bromo tidak bisa bergantung pada kegiatan sesaat. Diperlukan kebijakan berkelanjutan, pengawasan ketat, serta keterlibatan aktif masyarakat dan pemerintah.

Melalui momentum ini, Gerindra Pasuruan mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga kawasan Bromo sebagai warisan alam dan spiritual yang bernilai tinggi.

“Harapannya, ini bukan kegiatan sekali jalan. Kesadaran menjaga lingkungan harus menjadi gerakan bersama,” pungkas Agus.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru