BANTUL , RadarBangsa.co.id – Polres Bantul mencatat sebanyak 162 pelanggaran lalu lintas pada hari pertama pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2025. Pelanggaran itu ditindak dalam bentuk sanksi tilang maupun teguran, sebagai bagian dari upaya menciptakan ketertiban di jalan raya.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menjelaskan, dari total pelanggar yang terjaring, 105 pengendara dikenai tilang dan 57 lainnya diberikan teguran secara langsung.
“Mayoritas pelanggaran yang ditemukan antara lain pengendara tidak mengenakan helm, melawan arus, berkendara tanpa kelengkapan surat, serta pengemudi di bawah umur,” ujar Jeffry, Senin (14/7/2025).
Untuk mendukung operasi, sebanyak 150 personel gabungan dikerahkan. Mereka disebar di berbagai titik rawan pelanggaran di wilayah Bantul. Operasi ini tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga edukatif agar masyarakat lebih sadar pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Jeffry mengimbau warga agar mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku. Ia menekankan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan kesadaran dari setiap pengguna jalan.
“Mari kita bersama-sama menciptakan budaya tertib lalu lintas. Utamakan keselamatan, karena keluarga tercinta menanti di rumah,” pesannya.
Sementara itu, Kapolres Bantul, AKBP Novita Eka Sari menyampaikan bahwa Operasi Patuh Progo 2025 merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Polda di Indonesia. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 14 hingga 27 Juli 2025.
Kapolres juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar tetap menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Ia turut mengajak masyarakat, khususnya pengendara, untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Harapan kita semua, setiap orang yang keluar rumah dalam keadaan sehat dapat kembali ke rumah dengan selamat pula,” ujarnya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Paiman
Editor : Zainul Arifin








