SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya etika jurnalistik dan integritas dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) di dunia penyiaran radio, bertepatan dengan peringatan Hari Radio Sedunia 2026, Jumat (13/2).
Peringatan tahun ini mengusung tema “Radio and Artificial Intelligence: Innovations that Empower, Ethics that Inspire, Trust that Endures.” Tema tersebut dinilai relevan di tengah percepatan transformasi digital yang memengaruhi industri media, termasuk radio.
Khofifah menyampaikan, radio tetap memiliki posisi strategis sebagai medium informasi yang dipercaya publik, terutama saat situasi darurat, di wilayah terpencil, maupun bagi komunitas yang membutuhkan akses informasi cepat dan akurat.
“Radio bukan sekadar medium penyiaran, tetapi ruang dialog publik yang membangun kedekatan, menghadirkan edukasi, dan menjaga kohesi sosial. Karena itu, radio tetap relevan di era digital,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran AI membuka peluang signifikan bagi pengembangan penyiaran, mulai dari analisis preferensi pendengar, personalisasi konten, penguatan materi edukatif, hingga distribusi informasi yang lebih efisien. Namun, ia mengingatkan bahwa inovasi teknologi harus diiringi tanggung jawab etik.
“AI dapat memperkuat kreativitas dan efisiensi. Tetapi kepercayaan publik hanya bisa dibangun melalui integritas manusia di baliknya. Teknologi boleh berkembang, namun akurasi dan keberimbangan informasi harus tetap menjadi fondasi,” tegasnya.
Dalam konteks disrupsi informasi dan maraknya konten otomatis, Khofifah menilai radio memiliki keunggulan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan mesin, yakni sentuhan empati, suara manusia, serta kedekatan sosial dengan pendengar.
Ia menambahkan, tantangan utama media saat ini bukan sekadar kecepatan menyampaikan informasi, melainkan menjaga kualitas, kredibilitas, dan kepercayaan publik. Karena itu, radio diharapkan tetap menjadi rujukan informasi yang mencerahkan dan menenangkan di tengah derasnya arus informasi digital.
“Radio harus menjadi jangkar kepercayaan publik. Inovasi teknologi harus memperkuat kualitas siaran, bukan menggantikan nilai kemanusiaan dalam komunikasi,” katanya.
Momentum Hari Radio Sedunia 2026 juga dimanfaatkan Khofifah untuk menyampaikan apresiasi kepada radio lokal dan radio komunitas di Jawa Timur. Selama ini, lembaga penyiaran tersebut dinilai aktif menyebarluaskan informasi pembangunan, literasi kesehatan, edukasi kebencanaan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga penyiaran, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat guna membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat, adaptif, dan berintegritas di era kecerdasan buatan.
“Selamat Hari Radio Sedunia 2026. Semoga radio terus menjadi media yang memberdayakan, menginspirasi etika komunikasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam perjalanan pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar