Hasil Uji Lab Pastikan Kasus Keracunan di Lamongan Bukan Akibat Menu MBG

Sabtu, 27 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menjenguk siswi SMAN 2 Lamongan yang dirawat di rumah sakit usai mengalami gejala diduga keracunan makanan, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Radar Lamongan)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menjenguk siswi SMAN 2 Lamongan yang dirawat di rumah sakit usai mengalami gejala diduga keracunan makanan, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Radar Lamongan)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kasus dugaan keracunan yang dialami belasan siswi SMA Negeri 2 Lamongan akhirnya menemukan titik terang. Berdasarkan hasil uji laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya, menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan bukan penyebab utama gejala pusing, mual, dan muntah yang sempat dialami para pelajar.

Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Jetis, Lamongan, Ainun Nadifah Fajrin, menegaskan seluruh sampel makanan maupun muntahan siswa yang diuji menunjukkan hasil negatif.

“Hasil laboratorium dari sampel makanan, sisa makanan dari sekolah, hingga muntahan siswa semuanya negatif. Tidak ada keterkaitan dengan menu MBG hari itu,” kata Ainun, Jumat (26/9/2025).

Ia menjelaskan, pengujian dilakukan secara menyeluruh terhadap makanan yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian. Beberapa di antaranya nasi putih, telur rebus, ayam suwir, cakue, soto, serta muntahan siswa yang dirawat. “Berdasarkan hasil uji tersebut, penyebab pasti keluhan kesehatan siswa tidak dapat secara langsung dikaitkan dengan menu MBG,” tambahnya.

Peristiwa ini sempat menghebohkan publik ketika belasan siswi SMAN 2 Lamongan mengalami gejala mirip keracunan usai mengikuti kegiatan belajar pada Rabu (17/9). Mereka langsung mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Islam (RSI) Nashrul Ummah Lamongan. Sebagian besar menjalani rawat jalan, sementara beberapa siswi harus dirawat inap. Kondisi para siswa kini berangsur pulih dan mayoritas sudah diizinkan pulang.

Sebelumnya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi telah menjenguk para siswa dan meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab kejadian. Ia menekankan pentingnya menunggu hasil uji laboratorium agar informasi yang beredar tetap akurat dan tidak menimbulkan keresahan.

Meski hasil laboratorium memastikan program MBG bukan pemicu kasus tersebut, Pemerintah Kabupaten Lamongan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh. Evaluasi meliputi peninjauan kembali komposisi menu hingga sistem pengawasan distribusi makanan.

“Program MBG merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Karena itu, setiap kejadian yang berkaitan dengan kesehatan siswa tetap harus dijadikan bahan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik,” jelas Ainun.

Program MBG sendiri merupakan salah satu kebijakan prioritas Pemkab Lamongan dalam mendukung tumbuh kembang siswa. Melalui penyediaan makanan bergizi, pemerintah daerah berharap siswa memiliki kondisi fisik yang sehat dan daya konsentrasi belajar yang lebih optimal.

Kasus yang sempat menimbulkan kekhawatiran ini kini menjadi bahan refleksi bagi semua pihak. Pemerintah memastikan keamanan program tetap menjadi prioritas utama, sehingga manfaat yang diharapkan dapat dirasakan sepenuhnya oleh para pelajar dan masyarakat Lamongan.

“Program ini baik dan penting. Namun, kami akan terus mengawalnya agar tidak ada lagi keluhan serupa, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkas Ainun.

Penulis : Nul

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru