Hipertensi Kini Serang Usia Muda, dr Nunuk Soroti Pola Hidup Modern

Selasa, 19 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, dr. Nunuk, mengedukasi masyarakat soal bahaya hipertensi dalam peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, dr. Nunuk, mengedukasi masyarakat soal bahaya hipertensi dalam peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi ancaman kesehatan serius yang kerap diabaikan masyarakat. Penyakit ini bahkan disebut sebagai “silent killer” karena sering muncul tanpa gejala jelas, tetapi dapat memicu stroke, gagal ginjal, penyakit jantung hingga kematian mendadak.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi di RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, Amukarti Resi Oetomo atau yang akrab disapa dr. Nunuk, mengatakan sebagian besar penderita hipertensi tidak menyadari kondisi tubuhnya sedang berada dalam bahaya.

“Lebih dari 90 persen penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Karena itu hipertensi disebut silent killer. Banyak orang merasa sehat padahal tekanan darahnya sudah tinggi,” ujar dr. Nunuk saat memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2026.

Menurutnya, hanya sebagian kecil penderita yang mengalami gejala seperti sakit kepala, pandangan kabur, pusing, hingga sesak napas. Kondisi inilah yang membuat banyak kasus hipertensi terlambat terdeteksi dan baru diketahui setelah muncul komplikasi serius.

Ia menegaskan pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah paling sederhana namun sangat penting untuk mencegah risiko lebih besar.

“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang hipertensi bisa dikendalikan,” katanya.

Di tengah perubahan gaya hidup masyarakat modern, dr. Nunuk menyoroti meningkatnya kasus hipertensi pada usia produktif. Jika sebelumnya penyakit ini identik dengan kelompok usia di atas 40 tahun, kini anak muda juga mulai rentan terkena tekanan darah tinggi.

Menurutnya, pola makan tinggi garam, gula, dan kalori menjadi salah satu pemicu utama. Ditambah kebiasaan kurang olahraga, sering begadang, stres berkepanjangan, serta rendahnya konsumsi buah dan sayur.

“Sekarang banyak usia muda mengonsumsi makanan tinggi garam dan gula, kurang aktivitas fisik, sering begadang, dan stres tinggi. Pola hidup seperti ini mempercepat munculnya hipertensi,” jelasnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya angka obesitas dan diabetes melitus yang turut memperbesar risiko hipertensi. Kondisi tersebut membuat tekanan darah lebih sulit dikendalikan apabila masyarakat tidak segera mengubah pola hidupnya.

“Orang dengan obesitas dan diabetes memiliki risiko hipertensi lebih tinggi. Karena itu menjaga pola hidup sehat harus dimulai sejak dini, bukan nanti saat sudah sakit,” tegasnya.

Sebagai konsultan ginjal hipertensi, dr. Nunuk mengaku prihatin karena angka pengendalian hipertensi masih rendah, baik secara global maupun nasional. Berdasarkan data kesehatan dunia, hanya sekitar 21 persen penderita hipertensi di dunia yang tekanan darahnya berhasil terkontrol dengan baik.

“Masih banyak pasien yang sudah didiagnosis hipertensi tetapi tekanan darahnya belum terkontrol. Ini tantangan besar karena komplikasinya bisa sangat fatal,” ungkapnya.

Dalam momentum Hari Hipertensi Sedunia 2026, dr. Nunuk mengajak masyarakat lebih disiplin menjaga kesehatan dengan langkah sederhana namun konsisten. Salah satunya membatasi konsumsi garam.

“Tubuh memang membutuhkan garam, tetapi jumlahnya harus dibatasi. Idealnya tidak lebih dari satu sendok teh per hari,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari rokok dan alkohol, menjaga kualitas tidur, serta mengelola stres agar tekanan darah tetap stabil.

“Kurang tidur dan stres sering dianggap sepele, padahal keduanya bisa memicu peningkatan tekanan darah jika terjadi terus-menerus,” ujarnya.

Selain itu, olahraga rutin minimal lima kali dalam seminggu juga dinilai efektif membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

“Olahraga tidak harus berat. Yang penting rutin dan sesuai kapasitas tubuh. Aktivitas fisik sangat membantu menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah,” jelasnya.

Melalui peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2026, dr. Nunuk berharap masyarakat mulai menyadari bahwa menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang yang harus dilakukan sejak usia muda.

“Jangan menunggu sakit baru peduli kesehatan. Mulailah dari menjaga pola makan, olahraga rutin, menghindari rokok, mengelola stres, tidur cukup, dan rutin memeriksa tekanan darah. Dengan begitu risiko hipertensi dan komplikasinya bisa ditekan,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru