SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengundang sejumlah anak yang mengikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dari luar pagar Gedung Negara Grahadi, Surabaya, untuk hadir dalam perayaan bertajuk “Anak Hebat Indonesia Kuat”, Selasa (18/8).
Undangan itu diberikan setelah Khofifah melihat foto dan video anak-anak yang tetap berdiri tegak dan memberikan penghormatan ketika Bendera Merah Putih dikibarkan saat upacara, Senin (17/8). Sikap spontan tersebut dinilai sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia yang layak mendapat apresiasi.
“Saya menyampaikan pesan kepada anak-anak yang ketika hormat bendera, mereka mengangkat tangan. Melalui Instagram pribadi siang tadi, saya memberi penanda yang kemarin hadir di luar pagar datang ke Grahadi sebagai bentuk apresiasi untuk mereka,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, keterbatasan kapasitas membuat tidak seluruh masyarakat dapat mengikuti upacara dari dalam kawasan Grahadi. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk menyaksikan upacara dari luar pagar.
“Melihat anak-anak ini memberikan hormat ketika Bendera Merah Putih dikibarkan, hati saya tersentuh. Ini adalah contoh sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Ada cinta Tanah Air yang tumbuh dari generasi penerus kita,” ungkapnya.
Sebanyak puluhan anak kemudian hadir di Grahadi bersama orang tua atau pendamping. Di antara mereka terdapat Adeeva Zaida Humairah (7) asal Kabupaten Sidoarjo, Shylo (8), Steward (9), Swaggart (6), serta Eza (8) yang berasal dari Surabaya.
Khofifah menilai penghormatan kepada Merah Putih merupakan tindakan sederhana yang dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter dan nasionalisme sejak usia dini.
“Hormat kepada Bendera Merah Putih adalah tindakan sederhana. Tetapi dari tindakan sederhana itu kita bisa melihat bagaimana rasa cinta kepada bangsa dan negara mulai tumbuh,” tuturnya.
Perayaan “Anak Hebat Indonesia Kuat” juga melibatkan 27 anak yatim, dengan 17 anak menerima santunan. Hadir pula empat anak dari UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB), empat pasien anak dari Omah Terapi, serta 20 anak dari Sobat Dili (Disabilitas Tuli) Mengaji yang didampingi empat guru mengaji dan seorang penerjemah bahasa isyarat.
Kegiatan berlangsung dengan berbagai aktivitas, seperti atraksi sulap, mendengarkan dongeng, bernyanyi bersama, hingga menikmati lingkungan Gedung Negara Grahadi. Anak-anak juga diberi kesempatan mengambil buah-buahan dan sayuran yang tersedia di kawasan tersebut.
Khofifah turut menyiapkan kaus khusus sebagai kenang-kenangan bagi anak-anak. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi kenangan positif sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap Merah Putih dan Indonesia.
“Mereka telah memberikan contoh yang sangat baik. Semoga semangat mereka menjadi inspirasi bagi anak-anak Jawa Timur lainnya. Saya juga menyiapkan kaos untuk anak-anak merayakan HUT Kemerdekaan RI dengan semangat 45,” kata Khofifah.
Ia menegaskan, seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bergembira, dan mengenal nilai kebangsaan tanpa membedakan latar belakang.
“Indonesia ini milik kita semua. Anak-anak dengan latar belakang apa pun harus mendapatkan ruang yang sama untuk tumbuh, belajar, bergembira dan mencintai negerinya. Karena anak-anak hebat hari ini adalah bagian dari kekuatan Indonesia di masa depan,” tuturnya.
Penulis : Nul


















Komentar