Ibu Asal Surakarta Tertipu Polisi Palsu AI, Polres Lamongan Turun Tangan

- Redaksi

Jumat, 28 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Pamapta III Polres Lamongan IPDA Daniar Vigit R, S.H., mendampingi korban penipuan online sebelum dipulangkan ke daerah asal. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Pamapta III Polres Lamongan IPDA Daniar Vigit R, S.H., mendampingi korban penipuan online sebelum dipulangkan ke daerah asal. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Seorang perempuan berusia 68 tahun asal Surakarta, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan berkedok anggota kepolisian dengan modus rekayasa identitas berbasis teknologi AI. Kasus ini langsung mendapat respons cepat dari Pamapta III Polres Lamongan yang dipimpin IPDA Daniar Vigit R, S.H., pada Jumat (28/11/2025).

Korban datang jauh-jauh dari Surakarta ke Lamongan untuk memastikan kebenaran informasi dari seseorang yang mengaku sebagai IPDA Purnomo, anggota Polres Lamongan. Pelaku menjanjikan bantuan dana Rp35 juta untuk biaya pengobatan, namun meminta korban mengirim uang administrasi hingga mencapai sekitar Rp10 juta. Merasa curiga, korban akhirnya mendatangi Polres Lamongan.

Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, kedatangan korban langsung ditangani IPDA Daniar bersama anggota Pamapta III. “Petugas menerima laporan dan memberikan penjelasan menyeluruh. Dari hasil pemeriksaan awal, jelas bahwa korban terjerat modus penipuan online berbasis AI,” ujarnya.

Petugas kemudian menghubungi IPDA Purnomo untuk memastikan keaslian identitas yang digunakan pelaku. Sebuah panggilan video dilakukan agar korban dapat melihat langsung sosok anggota yang namanya dicatut. Dalam percakapan itu dipastikan bahwa baik nomor telepon maupun rekening yang digunakan pelaku tidak terkait dengan IPDA Purnomo.

IPDA Daniar menegaskan bahwa penipu kini semakin canggih memanfaatkan teknologi AI untuk memalsukan identitas dan membangun kepercayaan korban. “Masyarakat perlu lebih waspada karena modus seperti ini terus berkembang. Verifikasi ke kantor polisi adalah langkah paling aman,” katanya.

Selain memberikan penanganan laporan, Polres Lamongan juga menunjukkan pelayanan humanis dengan menyediakan konsumsi, membantu akomodasi sementara, dan mengantar korban ke halte bus terdekat agar dapat kembali ke Surakarta dengan aman. “Ini bentuk komitmen kami, terutama untuk warga yang membutuhkan perlindungan ekstra,” tambah Daniar.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru