Ipuk Paparkan Jurus Banyuwangi di Forum SKK Migas

Sabtu, 20 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Bidang Pengawas Internal SKK Migas di Banyuwangi, Jumat (19/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Bidang Pengawas Internal SKK Migas di Banyuwangi, Jumat (19/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Model pembangunan Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi perhatian nasional. Keberhasilan daerah ini menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat pembangunan mengantarkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tampil sebagai pembicara dalam Rapat Kerja Bidang Pengawas Internal Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), yang digelar di Banyuwangi, Jumat (19/12/2025).

Di hadapan jajaran pengawas internal SKK Migas, Ipuk memaparkan strategi akselerasi pembangunan daerah yang diterapkan sejak awal masa kepemimpinannya pada 2020, periode yang bertepatan dengan tekanan berat pandemi Covid-19. Saat banyak wilayah mengalami kontraksi ekonomi dan lonjakan kemiskinan, Banyuwangi mampu menahan dampak tersebut dengan kenaikan angka kemiskinan yang relatif tipis.

“Situasi saat itu sangat menantang. Namun kami memilih bergerak cepat dengan kebijakan yang terarah dan dikerjakan secara kolektif. Itu yang membuat Banyuwangi bisa bertahan,” ujar Ipuk.

Ia menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi lintas sektor, kepercayaan publik, serta pengawasan yang disiplin. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, kata Ipuk, mewajibkan monitoring dan evaluasi atau monef pada setiap program, agar kebijakan tidak berhenti pada laporan administratif semata.

“Tidak ada program tanpa monef. Tanpa pengawasan, laporan bisa terlihat bagus, tetapi tidak berdampak pada kinerja maupun kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai kabupaten terluas di Jawa Timur, Banyuwangi menghadapi tantangan geografis yang memicu kesenjangan antarwilayah dan kemiskinan yang terklaster. Kondisi itu mendorong pemerintah daerah menetapkan prioritas pembangunan yang fokus dan terukur.

Ipuk menyebut pengentasan kemiskinan sebagai agenda utama, diikuti penguatan pendidikan dan layanan kesehatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, perikanan, UMKM, dan ekonomi kreatif terus didorong sebagai penggerak ekonomi lokal.

Digitalisasi juga menjadi perhatian serius. Banyuwangi memposisikan teknologi digital sebagai infrastruktur kelima, sejajar dengan jalan, jembatan, bandara, dan pelabuhan. Langkah ini dinilai mampu memangkas jarak dan waktu pelayanan publik.

“Inovasi adalah kunci, tetapi dengan kriteria jelas. Tidak menambah SDM, tidak menambah anggaran, dan tidak membuat aplikasi baru. Inovasi kami adalah memaksimalkan potensi yang sudah ada,” kata Ipuk.

Pendekatan tersebut berdampak pada capaian makro daerah. Pada 2025, angka kemiskinan Banyuwangi turun menjadi 6,13 persen, terendah sepanjang sejarah. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,72 persen, melampaui rata-rata Jawa Timur dan nasional, sementara pendapatan per kapita menembus Rp62 juta per tahun.

Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol (Purn) Ibnu Suhaendra menyatakan, keberhasilan itulah yang melatarbelakangi pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi rapat kerja. “Apa yang disampaikan Ibu Bupati sangat relevan. Konsistensi inovasi, kolaborasi, dan monef bisa menjadi inspirasi bagi institusi kami,” ujarnya.

Ke depan, SKK Migas juga melihat peluang pengembangan kawasan Kawah Ijen agar lebih ramah wisatawan. Gagasan pengembangan akses melalui kereta gantung akan disampaikan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai bagian dari upaya mendorong pariwisata Banyuwangi ke level global.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Berita Terbaru

Komaruddin Hidayat

Opini

Mengakhiri Era Parcok

Jumat, 6 Nov 2026 - 07:30