PACITAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) baru-baru ini mengadakan kegiatan outbound ke Yogyakarta yang melibatkan sejumlah wartawan di Pacitan. Namun, kegiatan tersebut diwarnai isu yang mencatut nama Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), yang diduga memprovokasi wartawan lain untuk tidak ikut serta. Isu ini menuai kecaman keras dari Ketua SMSI Kabupaten Pacitan, Joko, beserta seluruh anggotanya.
Joko menegaskan bahwa SMSI tidak pernah melakukan provokasi atau memengaruhi siapa pun terkait keikutsertaan dalam acara tersebut. Bahkan, beberapa anggota SMSI turut ambil bagian dalam outbound yang digelar beberapa hari lalu.
“Kami tidak pernah memengaruhi atau mengajak siapa pun untuk tidak mengikuti acara outbound ini. Malahan, ada anggota kami yang ikut. Isu ini jelas tidak berdasar,” tegas Joko, Minggu (8/12/2024).
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa informasi yang ia terima menunjukkan adanya kesalahpahaman terkait ketidakhadiran sebagian anggota SMSI dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa keputusan tidak mengikuti outbound sepenuhnya merupakan hak individu masing-masing.
“Kami berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di masa depan, khususnya antarorganisasi pers. Dalam dunia jurnalistik, seharusnya tidak ada praktik saling memprovokasi atau menghalangi partisipasi dalam kegiatan apa pun. Kebetulan saja, sebagian anggota kami tidak bisa ikut karena kesibukan pribadi,” tambah Joko.
Senada dengan itu, Sekretaris SMSI Kabupaten Pacitan, M. Ansori, juga menyesalkan munculnya isu tersebut. Ia menegaskan bahwa SMSI tidak pernah terlibat dalam memengaruhi keputusan orang lain, apalagi sampai memprovokasi.
“Isu ini seperti upaya memecah belah organisasi pers di Pacitan. Kami tidak pernah mengajak siapa pun, baik anggota SMSI maupun bukan, untuk tidak mengikuti kegiatan outbound. Saya kira hal ini perlu diluruskan agar tidak menciptakan konflik,” ujar Ansori.
SMSI menegaskan komitmennya untuk mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memajukan Pacitan. “Kami selalu mendukung program pemerintah yang positif. Untuk itu, kami tegaskan kembali bahwa SMSI tidak pernah melakukan provokasi atau melarang siapa pun dalam kegiatan ini. Semua pihak memiliki hak masing-masing untuk memutuskan,” tutup Joko.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Yuan
Editor : Zainul Arifin








