LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan anggota Polres Lamongan. Bripda Sholeh Maulana, Bintara Unit Reskrim Polsek Babat, berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Piala Kemenpora Bali Arisaka Championship 2025 yang digelar di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali.
Bersaing di kelas open 1 dewasa putra, Bripda Sholeh tampil gemilang melawan pesilat-pesilat tangguh dari berbagai provinsi. Dengan teknik yang matang dan semangat bertanding tinggi, ia mampu menaklukkan setiap lawan hingga berdiri di podium tertinggi.
“Alhamdulillah, saya merasa bangga bisa mempersembahkan emas ini untuk institusi dan Lamongan. Ini hasil dari latihan disiplin dan doa banyak orang yang mendukung,” ujar Bripda Sholeh Maulana saat dihubungi usai pertandingan.
Selain keberhasilan individu, kontingen Polda Jawa Timur juga tampil dominan dalam kejuaraan tersebut. Dengan mengirimkan 23 atlet, satu pelatih, dan satu fisioterapis, tim Polda Jatim berhasil menyabet gelar Juara Umum I tingkat dewasa dengan raihan 23 medali emas dan 2 perak.
Kapolres Lamongan, AKBP Agus Dwi Suryanto, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian anggotanya.
“Kami sangat bangga atas prestasi Bripda Sholeh. Ini menjadi bukti bahwa anggota Polri tidak hanya profesional dalam bertugas, tetapi juga mampu mengharumkan nama institusi melalui jalur prestasi olahraga,” kata AKBP Agus.
Kapolres juga berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi personel lainnya, khususnya di lingkungan Polres Lamongan, untuk terus menggali potensi diri di berbagai bidang positif, termasuk olahraga tradisional seperti pencak silat.
Kejurnas Pencak Silat Piala Kemenpora ini digagas sebagai bagian dari program pembinaan atlet muda nasional. Kementerian Pemuda dan Olahraga RI menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus pelestarian budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembinaan dan pelestarian warisan leluhur. Kami mengapresiasi kiprah aparat seperti Bripda Sholeh yang membuktikan bahwa pencak silat tetap relevan dan membanggakan,” disampaikan dalam sambutan resmi Kemenpora.
Dari sisi organisasi, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) juga menaruh harapan besar kepada atlet-atlet berlatar belakang institusi negara. Menurut IPSI, sinergi antara tugas pengabdian dan prestasi olahraga harus terus dirawat.
“Anggota Polri seperti Bripda Sholeh adalah contoh bahwa bela diri bukan sekadar keterampilan fisik, tapi juga bagian dari pembentukan karakter, mental, dan loyalitas terhadap bangsa,” ujar perwakilan IPSI dalam sesi penghargaan.
Dengan torehan emas ini, Bripda Sholeh tidak hanya mengangkat nama Polda Jatim, tapi juga membawa harum Kabupaten Lamongan di kancah nasional. Diharapkan keberhasilannya bisa memantik semangat generasi muda, khususnya di wilayah Lamongan dan sekitarnya, untuk tak henti mengejar prestasi melalui jalur yang positif.
“Prestasi bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Ini hasil kerja keras, latihan, dan niat untuk membawa manfaat bagi banyak orang,” tutup Bripda Sholeh.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








