Jaranan Sidoarjo Terancam Redup, DPRD Desak Tampil Rutin

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pagelaran seni Jaranan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Minggu (26/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pagelaran seni Jaranan di Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Minggu (26/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Minimnya perhatian terhadap kesenian tradisional Jaranan di Sidoarjo memicu sorotan DPRD. Lembaga legislatif mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar budaya lokal tidak tergerus modernisasi dan tetap hidup di tengah masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo dari Fraksi Golkar, Warih Andono, menegaskan komitmennya untuk menggerakkan pelestarian Jaranan yang dinilai belum mendapat dukungan maksimal dari Pemkab.

“Saya tidak akan tinggal diam. Kalau pemerintah daerah kurang terbuka, mulai hari ini kita buat gerakan agar budaya Sidoarjo bangkit lagi,” tegas Warih saat menghadiri Gebyar Seni dan Budaya Jaranan di Museum Mpu Tantular, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, Jaranan bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki nilai sejarah dan edukasi yang penting bagi generasi muda. Antusiasme masyarakat, terutama kalangan anak muda, disebut menjadi bukti bahwa seni tradisional masih memiliki tempat jika difasilitasi dengan baik.

Dorongan DPRD ini juga berkaitan dengan potensi ekonomi daerah. Jika dikelola serius, pagelaran Jaranan bisa menjadi agenda rutin yang menarik wisatawan sekaligus menggerakkan pelaku ekonomi kreatif lokal.

“Ini bisa jadi agenda wisata bulanan. Dampaknya bukan hanya pelestarian budaya, tapi juga ekonomi warga,” ujar Warih.

Dalam acara tersebut, grup Jaranan Jawi “Jefri Wijoyo” dari Desa Candi turut tampil dan mendapat sambutan meriah dari penonton.

Sementara itu, Ketua Panitia Dekki Dento H menilai dukungan DPRD menjadi angin segar bagi pelaku seni yang selama ini bergerak secara mandiri.

“Dukungan ini jadi motivasi besar. Kami berharap Jaranan bisa tampil rutin, misalnya sebulan sekali dalam agenda resmi Pemkab,” katanya.

Dekki juga mendorong pembentukan dewan adat sebagai wadah koordinasi pelaku seni dan budaya di Sidoarjo. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan pembinaan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Dorongan ini menjadi sinyal bahwa pelestarian budaya tak cukup dengan seremoni, tetapi membutuhkan kebijakan nyata. Tanpa intervensi serius, kesenian tradisional seperti Jaranan berisiko kehilangan regenerasi dan ditinggalkan generasi muda.

“Jangan sampai budaya kita mati karena kurang perhatian. Ini tanggung jawab bersama,” pungkas Warih.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru