SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Jaringan gas bumi (jargas) mulai digunakan warga di Kabupaten Sidoarjo setelah diresmikan di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Jumat (18/9/2026).
Hingga kini, Sidoarjo mendapatkan 7.223 sambungan rumah (SR) melalui program pemerintah pusat yang menyasar warga di Kecamatan Waru dan Candi.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan penggunaan jargas dapat menekan pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan gas. Rumah tangga yang sebelumnya membeli sekitar tiga tabung LPG dalam sebulan mengeluarkan Rp60 ribu hingga Rp65 ribu. Dengan jargas, biaya tersebut sekitar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per bulan.
“Berarti, dengan menggunakan jargas ini bisa irit hingga 40 persen. Jadi, kami berharap terus dilanjutkan karena program ini untuk kerakyatan, program yang berdampak langsung kepada rakyat,” ujar Subandi.
Penghematan serupa dirasakan Linda, warga Desa Kalipecabean. Kepada Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Dudung Abdurachman, Linda menceritakan pengeluaran rumah tangganya yang sebelumnya sekitar Rp70 ribu per bulan untuk tiga tabung LPG 3 kilogram.
Setelah menggunakan jargas, pengeluarannya turun menjadi sekitar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per bulan.
“Sekarang, dengan adanya jaringan gas, irit sampai setengahnya,” ujar Linda.
Dalam kegiatan tersebut, Dudung meminta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menjaga keandalan pasokan dan kualitas pelayanan seiring bertambahnya jumlah pelanggan.
Ia juga mengingatkan penerima manfaat bahwa pemasangan jaringan jargas ke rumah dilakukan tanpa biaya.
“Pemasangan jaringan pipa itu gratis dan tanpa biaya. Kalau ada oknum yang memanfaatkan situasi ini, segera dilaporkan,” tegasnya.
Program jargas Sidoarjo merupakan bagian dari pembangunan jaringan gas rumah tangga pemerintah pusat. Subandi berharap program tersebut terus diperluas agar semakin banyak keluarga memperoleh akses energi yang lebih terjangkau.
“Ini program yang berdampak langsung kepada rakyat,” katanya.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar