Jatim Salip Jateng di Puncak Nasional, 45 Ribu Medali Picu Sorotan Publik

Rabu, 13 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Provinsi Jawa Timur kembali mencuri perhatian nasional setelah mencatatkan 45.839 medali dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) per 12 Mei 2026. Jumlah itu menempatkan Jatim sebagai provinsi dengan raihan medali terbanyak secara nasional, mengungguli Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Capaian tersebut berasal dari ribuan pelajar mulai jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga pendidikan khusus yang mengikuti berbagai kompetisi nasional bidang olahraga, seni budaya, riset, inovasi, hingga keterampilan vokasi. Dominasi ini sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu barometer pendidikan nasional.

Data SIMT Puspresnas menunjukkan Jawa Timur unggul tipis atas Jawa Tengah yang mencatat 45.338 medali atau selisih 501 medali. Sementara Jawa Barat berada di posisi ketiga dengan 32.160 medali, disusul Jakarta sebanyak 22.454 medali dan Sumatera Utara dengan 22.091 medali.

Besarnya raihan medali tersebut dinilai bukan sekadar angka statistik. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebut capaian itu menjadi indikator kuat bahwa pola pembinaan pendidikan dan pengembangan talenta pelajar mulai menunjukkan hasil signifikan di tingkat nasional.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Menurutnya, capaian itu merupakan hasil kolaborasi panjang antara sekolah, guru, orang tua, hingga pemerintah daerah dalam membangun budaya kompetisi yang sehat di lingkungan pendidikan.

“Terima kasih kepada seluruh guru, kepala sekolah, orang tua, dan para pelajar Jawa Timur yang terus menjaga semangat berprestasi. Capaian ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan di Jawa Timur tumbuh sehat, kolaboratif, dan mampu melahirkan generasi yang kompetitif serta berkarakter,” ujar Khofifah, Rabu (13/5/2026).

Khofifah menyoroti peningkatan prestasi di bidang riset dan inovasi yang mulai mendominasi sejumlah kompetisi nasional. Ia menilai kegiatan seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR) menjadi ruang penting bagi pelajar untuk mengembangkan daya pikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah.

“Melalui KIR, anak-anak kita dilatih untuk bertukar ide, melahirkan inovasi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar. Ini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang adaptif terhadap tantangan masa depan,” katanya.

Menurut Khofifah, persaingan pendidikan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada nilai akademik. Kemampuan beradaptasi, inovasi, hingga daya saing global menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Jangan pernah takut mencoba dan berkompetisi. Prestasi bukan hanya milik mereka yang sudah terbiasa juara, tetapi milik semua pelajar yang mau belajar, berkembang, dan bekerja keras,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut dominasi prestasi nasional tersebut lahir dari sistem pembinaan berjenjang yang dilakukan secara konsisten sejak pendidikan dasar.

Menurut Aries, kontribusi terbesar justru datang dari penguatan pembinaan sejak tingkat SD dan SMP yang selama ini menjadi fondasi pembentukan talenta pelajar di tingkat lebih tinggi.

“Jawa Timur bisa menjadi juara umum karena dilakukan pembinaan dan pelatihan secara berjenjang, termasuk melalui training center. Ini memberikan dampak signifikan terhadap capaian prestasi Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada 2025 Jawa Timur berhasil menjadi juara umum di empat ajang nasional bergengsi yang diselenggarakan Puspresnas Kemendikdasmen, yakni O2SN, FLS3N, OPSI, dan LKS Dikmen. Sedangkan pada ajang OSN dan FIKSI, Jawa Timur menempati posisi kedua nasional.

Aries juga menegaskan bahwa pemerintah daerah kini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikologis pelajar.

“Jika berbicara mutu pendidikan, tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga lingkungan belajar yang bersih dan nyaman. Dengan lingkungan yang baik, murid akan lebih fokus dalam belajar dan mengembangkan potensi diri,” pungkasnya.

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru