ARAB SAUDI, RadarBangsa.co.id – Menjelang puncak ibadah haji Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kesiapan jemaah haji Indonesia terus menjadi perhatian. Anggota DPD RI Lia Istifhama memberikan apresiasi terhadap kesiapan dan kekompakan jemaah haji mandiri non-KBIHU asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat melakukan kunjungan ke maktab kloter 77 di Arab Saudi, Senin (25/5/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah menjelang fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji. Dalam kunjungannya, Lia melihat langsung suasana kebersamaan antarsesama jemaah yang dinilai menjadi kekuatan utama menghadapi Armuzna.
Menurutnya, meski tidak tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), para jemaah asal Sumenep mampu menjalankan persiapan dengan baik secara mandiri.
“Mereka adalah jemaah haji mandiri non-KBIHU, tapi alhamdulillah jalannya mereka sangat lancar. Karena mereka memiliki ketua rombongan dan satu sama lain saling memberikan support, memberikan informasi, pemahaman, dan wawasan seperti itu,” ujar Lia.
Ia menilai kekompakan antarsesama jemaah menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi mental dan fisik selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Dan saya lihat persiapan mereka menuju Armuzna esok hari, insya Allah sangat-sangat siap. Mental mereka sangat siap. Ini menunjukkan bahwa solidaritas dan komunikasi antarjemaah berjalan sangat baik,” katanya.
Selain memantau kesiapan umum jemaah, Lia juga menyempatkan diri menjenguk sejumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya merupakan jemaah lanjut usia yang mengalami saraf kejepit hingga sempat mengalami demam tinggi.
Meski demikian, kondisi para jemaah disebut mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan dari petugas haji.
“Tadi kami melihat ada beberapa jemaah yang sempat mengalami gangguan kesehatan. Alhamdulillah semuanya sudah mendapatkan perhatian dan penanganan dengan baik dari petugas,” ungkapnya.
Menurut Lia, semangat para jemaah untuk menyempurnakan ibadah haji tetap tinggi meski menghadapi kendala kesehatan. Hal itu dinilai menjadi cerminan kuatnya tekad para tamu Allah dalam menuntaskan seluruh rangkaian ibadah.
Di sisi lain, Lia juga memberikan perhatian terhadap kualitas fasilitas akomodasi yang disediakan pemerintah melalui Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Arab Saudi.
Ia menilai fasilitas penginapan jemaah cukup memadai, mulai dari kebersihan kamar, ruang istirahat, hingga kenyamanan lingkungan maktab yang menunjang aktivitas ibadah.
“Secara umum fasilitasnya bagus, bersih, tempatnya luas dan cukup nyaman untuk para jemaah beristirahat. Ini sangat membantu menjaga kondisi jemaah menjelang Armuzna,” jelasnya.
Meski memberikan apresiasi, Lia tetap menyampaikan catatan evaluasi terkait distribusi konsumsi yang menurutnya perlu ditingkatkan agar pelayanan terhadap jemaah semakin optimal.
“Hanya memang ada beberapa hal kecil yang perlu diperbaiki, terutama soal ketepatan distribusi konsumsi agar pelayanan kepada jemaah bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Momentum Armuzna sendiri menjadi fase paling penting dalam ibadah haji karena melibatkan jutaan jemaah dari berbagai negara dalam satu waktu. Karena itu, kesiapan mental, fisik, serta dukungan fasilitas menjadi faktor utama demi terciptanya ibadah yang aman dan khusyuk.
Di akhir kunjungannya, Lia turut meminta doa dari masyarakat Indonesia agar seluruh jemaah haji diberikan kesehatan dan kelancaran hingga seluruh proses ibadah selesai.
“Kami memohon doa kepada semuanya di tanah air agar seluruh jemaah yang saat ini berada di Tanah Suci diberikan kelancaran hingga tahallul dan thawaf wada’. Kami juga mendoakan masyarakat Indonesia selalu sehat dan negeri ini senantiasa damai. Amin ya rabbal alamin,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar