Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolri dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur

Sabtu, 20 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Sabtu (20/6/2026), menjelang Hari Bhayangkara ke-80. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, Sabtu (20/6/2026), menjelang Hari Bhayangkara ke-80. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BLITAR, RadarBangsa.co.id — Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan ziarah ke makam dua tokoh besar bangsa, yakni Proklamator RI Ir Soekarno atau Bung Karno di Blitar serta Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Sabtu (20/6/2026).

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari tradisi Polri menjelang Hari Bhayangkara yang diperingati setiap 1 Juli. Selain sebagai penghormatan kepada para tokoh bangsa, ziarah dilakukan untuk mengingat kembali nilai perjuangan, nasionalisme, toleransi, kemanusiaan, dan persatuan yang diwariskan para pendahulu.

Di Kompleks Makam Bung Karno, Blitar, Kapolri dan Khofifah bersama rombongan melaksanakan doa bersama, penghormatan serta tabur bunga. Prosesi berlangsung khidmat dan bertepatan dengan peringatan Haul Bung Karno ke-56.

Gubernur Khofifah mengatakan ziarah tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang para pendiri bangsa. Menurutnya, nilai persatuan, gotong royong dan cinta tanah air yang diwariskan Bung Karno perlu terus dijaga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Setiap ziarah ke makam Bung Karno menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang para pendiri bangsa,” kata Khofifah.

Ia menilai nilai-nilai yang diwariskan Presiden pertama RI itu masih relevan untuk menjawab berbagai tantangan kebangsaan, mulai dari penguatan persatuan nasional, pembangunan sumber daya manusia hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Khofifah juga mengajak generasi muda meneladani semangat kebangsaan Bung Karno sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, para pemuda akan menjadi pemimpin di berbagai sektor strategis sehingga diperlukan fondasi nilai kebangsaan yang kuat.

“Saat Indonesia Emas 2045, para pemuda akan menjadi pemimpin pada berbagai sektor strategis. Kami berharap mereka memegang teguh nilai-nilai kebangsaan sebagaimana yang selalu diteladankan Bung Karno,” ujarnya.

Usai dari Blitar, rombongan melanjutkan ziarah ke Kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Di lokasi tersebut, Kapolri dan Gubernur Jawa Timur berziarah ke makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid serta makam pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari.

Turut hadir Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim, jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Kapolda Jawa Timur, serta Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang memimpin doa selama prosesi berlangsung.

Khofifah menegaskan, ziarah ke makam Gus Dur dan KH Hasyim Asy’ari menjadi momentum untuk meneladani nilai toleransi, pluralisme, kebangsaan dan kemanusiaan yang diwariskan kedua tokoh tersebut.

“Semasa hidupnya, Gus Dur selalu mengajarkan pentingnya toleransi, menghargai perbedaan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Melalui ziarah ini, kita diajak untuk kembali memaknai pentingnya kebersamaan dan persaudaraan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Menurut Khofifah, Gus Dur tidak hanya dikenal sebagai tokoh pluralisme, tetapi juga pejuang kemanusiaan yang memperjuangkan hak seluruh warga negara tanpa membedakan agama, suku, ras maupun golongan. Hal itu, kata dia, tercermin dari kalimat yang terukir di batu nisan Gus Dur, yakni “Di sini berbaring seorang pejuang kemanusiaan”.

Tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 yang mengusung semangat “Polri untuk Masyarakat”, menurut Khofifah, sejalan dengan nilai-nilai yang diwariskan para tokoh bangsa. Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan dengan pendekatan yang humanis.

“Dirgahayu Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin dekat dengan masyarakat, terus mengedepankan pendekatan yang humanis, serta senantiasa melindungi dan mengayomi masyarakat dengan hati nurani,” ucapnya.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, rangkaian ziarah tersebut merupakan tradisi Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan itu menjadi sarana untuk menyerap nilai perjuangan dan kepemimpinan para tokoh bangsa sebagai spirit pengabdian kepada masyarakat.

“Rangkaian ziarah ini merupakan bagian dari tradisi Polri menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Kami ingin menyerap dan menggali nilai-nilai yang diwariskan para pemimpin bangsa sebagai spirit bagi institusi Polri dalam menjalankan amanah masyarakat, bangsa, dan negara,” jelasnya.

Menurut Kapolri, nilai-nilai yang diwariskan Bung Karno, Gus Dur, dan KH Hasyim Asy’ari harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan berbangsa. Bagi Polri, nilai tersebut menjadi kekuatan moral dalam mengawal stabilitas nasional dan mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

“Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus kita jaga dan pertahankan. Bagi Polri, nilai-nilai tersebut menjadi kekuatan untuk terus mengawal stabilitas, pembangunan nasional, serta mewujudkan cita-cita Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru