JLU Lamongan Buka, Tapi Timbulkan Risiko Baru

Minggu, 9 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa truk trailer terlihat berhenti di bahu Jalan Lingkar Utara Lamongan meski sudah ada rambu larangan parkir di sepanjang jalur tersebut. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Beberapa truk trailer terlihat berhenti di bahu Jalan Lingkar Utara Lamongan meski sudah ada rambu larangan parkir di sepanjang jalur tersebut. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Uji coba operasional Jalan Lingkar Utara (JLU) Lamongan yang baru berlangsung beberapa hari mulai menampakkan persoalan baru di lapangan. Sejumlah truk trailer terlihat berhenti di bahu jalan meski sudah dipasangi rambu larangan parkir di sepanjang jalur utama tersebut.

Hasil pantauan Radar Bangsa di lokasi menunjukkan deretan truk besar parkir di sejumlah titik strategis di jalur sepanjang 7,15 kilometer itu, termasuk di sekitar Jembatan Kandang Balun. Keberadaan kendaraan besar yang berhenti di tepi jalan ini menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas dan menambah risiko kecelakaan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang terbatas.

Salah seorang sopir trailer, Saikon, mengaku memahami bahwa berhenti di bahu jalan merupakan pelanggaran. Namun, ia berdalih tak punya pilihan lain selain memanfaatkan ruang kosong di tepi jalan untuk sekadar melepas lelah.

“Cuma istirahat sebentar, Mas. Capek dari Semarang. Di sepanjang JLU ini belum ada tempat parkir atau rest area,” ujarnya saat ditemui sedang beristirahat di dalam truk, Minggu (9/11/2025).

Minimnya fasilitas pendukung seperti rest area atau kantong parkir sementara di sekitar jalur tersebut disebut menjadi alasan utama pengemudi memilih berhenti sembarangan. Padahal, kebiasaan itu bukan sekadar melanggar peraturan, tapi juga membahayakan pengguna jalan lain.

Truk yang berhenti di bahu jalan bisa menghalangi pandangan pengemudi lain, dan dalam kondisi lalu lintas padat, hal itu bisa memicu tabrakan beruntun. Lebih jauh, perilaku serupa dikhawatirkan akan ditiru pengemudi lain hingga memunculkan pedagang kaki lima (PKL) liar, yang akhirnya menurunkan fungsi utama JLU sebagai jalur cepat pengurai kemacetan di pusat kota Lamongan.

Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, Dianto Hari Wibowo, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Lalu Lintas Lamongan untuk menindaklanjuti fenomena tersebut.

“Langkah awal kami adalah memberikan pembinaan kepada para pengemudi agar tidak memarkirkan kendaraan di bahu jalan JLU. Penertiban akan dilakukan secara bertahap,” ujar Dianto, Minggu (9/11/2025).

Ia menjelaskan, selain melakukan sosialisasi dan penertiban, Dishub juga tengah meninjau kemungkinan pembangunan rest area resmi di sekitar jalur lingkar tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi para sopir angkutan berat yang membutuhkan tempat aman untuk beristirahat.

“Dengan adanya lokasi istirahat yang layak dan tidak mengganggu arus lalu lintas, para sopir truk tak lagi menjadikan bahu jalan sebagai tempat berhenti darurat,” pungkas Dianto.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru