Kakak Tangguh Diresmikan, Khofifah Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana di Jatim

Senin, 22 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meluncurkan Program Kakak Tangguh di Hotel Morazen, Surabaya, Senin (22/6). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meluncurkan Program Kakak Tangguh di Hotel Morazen, Surabaya, Senin (22/6). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII meluncurkan Program Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh atau Kakak Tangguh di Hotel Morazen, Jalan Kayoon, Surabaya, Senin (22/6). Program ini diperkenalkan berbarengan dengan pembukaan Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2026.

Dalam peluncuran itu, Khofifah menegaskan Kakak Tangguh dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi pelajar Jawa Timur. Ia menyebut program tersebut bukan hanya soal beasiswa, tetapi juga upaya memperkuat ekosistem pendidikan, sumber daya manusia, dan proses pemajuan berbagai sektor di Jawa Timur.

“Program ini memperluas akses pendidikan berkualitas bagi para pelajar Jawa Timur sekaligus menjadi penguat ekosistem pendidikan, ekosistem sumber daya manusia dan ekosistem proses pemajuan semua sektor melalui Jawa Timur,” kata Khofifah.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah VII yang telah mengoordinasikan perguruan tinggi swasta di Jawa Timur. Dari koordinasi itu, menurut dia, tahun ini tersedia total 62.000 beasiswa dari perguruan tinggi swasta untuk anak-anak Jawa Timur.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua LLDIKTI yang telah mengkoordinasikan semua perguruan tinggi swasta, dan kemudian menyiapkan beasiswa untuk anak-anak Jawa Timur tahun ini total 62.000 beasiswa dari perguruan tinggi swasta, ini luar biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan, gagasan Kakak Tangguh lahir dari cita-cita agar setiap keluarga memiliki satu pahlawan intelektual. Dalam pandangannya, kehadiran satu sarjana di sebuah keluarga bukan hanya memberi kebanggaan, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi kesejahteraan keluarga itu sendiri.

“Kita percaya bahwa hadirnya satu sarjana dalam sebuah keluarga bukan hanya menghadirkan kebanggaan, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan, pembuka akses ekonomi yang lebih baik, sekaligus harapan baru bagi masa depan keluarga tersebut,” tegasnya.

Khofifah juga menilai program ini relevan dengan agenda pengentasan kemiskinan di Jawa Timur. Menurut dia, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan kerja, mendorong mobilitas sosial, dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.

Ia mengingatkan bahwa persoalan kemiskinan bersifat multidimensi dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, ia menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar dampak program benar-benar terasa.

Di sisi lain, Khofifah juga menyoroti tantangan serapan kerja lulusan perguruan tinggi. Ia menyebut pengangguran tertinggi di Jawa Timur saat ini justru berasal dari lulusan strata satu, sehingga kampus perlu memperkuat applied science yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

“Link and match menjadi kebutuhan saat ini yang harus benar-benar dipikirkan perguruan tinggi,” katanya.

Menurut Khofifah, perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat pengembangan talenta, pusat inovasi, dan mitra strategis pemerintah. Ia berharap kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ikut menguatkan sektor industri melalui riset dan pengembangan keilmuan yang aplikatif.

Ia kemudian menjelaskan bahwa perluasan akses pendidikan tinggi tidak cukup hanya dengan pemberian beasiswa. Program Kakak Tangguh, kata dia, juga dibangun dengan pendampingan agar mahasiswa penerima manfaat bisa menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Program Kakak Tangguh dirancang tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, tetapi juga membangun ekosistem pendampingan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitarnya,” terangnya.

Melalui skema itu, investasi pendidikan diharapkan tidak berhenti pada akses kuliah semata. Khofifah menyebut mahasiswa akan diarahkan untuk mengenal dunia usaha dan dunia kerja, lalu membawa manfaat sosial yang lebih luas, mulai dari peningkatan kesejahteraan keluarga hingga penguatan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia juga mendorong perguruan tinggi membangun ekosistem pengabdian yang nyata, terukur, dan akuntabel. Dengan begitu, mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pendamping, mentor, inspirator, dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Mahasiswa tidak lagi hanya hadir sebagai pembelajar di ruang kuliah, tetapi juga sebagai pendamping, mentor, inspirator, dan penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, program ini selaras dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi fondasi pendidikan tinggi di Indonesia. Ia menilai Kakak Tangguh dapat memperkuat implementasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat agar manfaat kampus lebih terasa langsung oleh publik.

Menurut dia, pendidikan harus melahirkan lulusan yang adaptif, berkarakter, unggul, dan berdaya saing. Penelitian perguruan tinggi juga diharapkan mampu melahirkan solusi atas persoalan pembangunan, sementara pengabdian masyarakat harus hadir dalam bentuk manfaat yang nyata di lapangan.

Selain itu, Khofifah menyebut program ini merupakan wujud integrasi Tri-Helix antara akademisi, pelaku industri, dan pemerintah. Pemerintah daerah berperan memetakan keluarga rentan sekaligus menyalurkan beasiswa secara tepat sasaran, perguruan tinggi menguatkan pendidikan dan riset, sedangkan LLDIKTI Wilayah VII memastikan tata kelola dan mutu program berjalan sesuai standar.

“Mari kita lihat program Kakak Tangguh sebagai mesin penggerak perubahan, mulai dari pemetaan data Pemda, pembekalan mahasiswa melalui integrasi Tri Dharma, dan aksi nyata di lapangan sebagai mentor ekonomi dan pendidikan, hingga transparansi program berbasis teknologi informasi,” ajaknya.

Ke depan, Khofifah menyebut perluasan program akan sangat bergantung pada hasil evaluasi. Bila data menunjukkan keberhasilan, pemerintah daerah disebut akan mendorong penambahan kuota beasiswa agar manfaatnya bisa menjangkau lebih banyak keluarga.

Raker Pimpinan Perguruan Tinggi se-Jawa Timur, kata dia, menjadi forum yang strategis untuk konsolidasi, refleksi, dan penguatan komitmen bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Ia berharap forum itu melahirkan gagasan dan langkah kolaboratif yang memperkuat pendidikan tinggi sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh rektor dan pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Timur yang telah menjadi mitra strategis pemerintah. Mari kita jadikan Program Kakak Tangguh sebagai gerakan sosial. Satu keluarga, satu sarjana berkualitas. Itulah titik perubahan yang akan membangun peradaban Jawa Timur yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru
Pendaftaran MagangHub Batch 3 Ditutup Besok, Lulusan Baru Diminta Segera Melamar
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
Safari Inklusi Sukapura Dorong Sekolah Lebih Adaptif terhadap Kebutuhan Murid

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Rabu, 4 November 2026 - 12:55

Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari

Selasa, 3 November 2026 - 19:11

Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Selasa, 3 November 2026 - 18:58

Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru

Berita Terbaru