Kali Kedua Terjadi! Karhutla Jati Weleri Kembali Terbakar, Api Hanguskan 1 Hektare Lahan

Jumat, 11 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL,RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kendal. Kali kedua, kobaran api melanda kawasan hutan jati Petak 2E RPH Besokor, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kamis (10/9/2026) malam.

Kebakaran yang pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB tersebut menghanguskan serasah daun jati, kerinyu, alang-alang dan sejumlah vegetasi lainnya. Luas kawasan yang terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.

Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 21.00 WIB setelah petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan membuat sekat bakar agar kobaran tidak merembet ke kawasan hutan lainnya.

Kapolsek Weleri AKP Yulianto, pihaknya menyebut kebakaran terjadi di kawasan hutan jati yang berada di seputaran Petak 2E RPH Besokor, Desa Sambongsari.

“Benar lokasi kebakaran berada di seputaran Besokor, Desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, dengan luas lahan yang terbakar kurang lebih satu hektare,” jelas AKP Yulianto.

Kapolsek bilang, material yang terbakar meliputi serasah daun jati, kerinyu, alang-alang serta tanaman vegetasi lainnya.

Petak 2E RPH Besokor sendiri memiliki luas keseluruhan sekitar 25,80 hektare. Kawasan tersebut merupakan hutan jati yang ditanam pada 1986 dan masuk dalam kelas produksi.

Peristiwa tersebut diketahui ketika Rohcmad Jono yang merupakan KRPH Besokor melintas di Jalan Desa Sambongsari sekitar pukul 18.30 WIB.

Saat melintas, ia melihat kobaran api dari kawasan hutan jati. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Sus Haryono selaku pelapor.

Informasi selanjutnya diteruskan kepada Polsek Weleri dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Weleri.

Petugas gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Mereka terdiri dari personel Polsek Weleri, Koramil Weleri, Damkar Weleri serta petugas Perhutani.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman pada sejumlah titik api. Selain menggunakan penyiraman, petugas juga membuat sekat ilaran atau sekat bakar untuk memutus jalur rambatan api.

Sejumlah titik api bahkan harus dipadamkan secara manual guna memastikan kobaran tidak kembali menyala.

Setelah sekitar dua setengah jam melakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB.

AKP Yulianto mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran sementara diduga dipicu faktor alam. Kendati demikian, kepolisian masih melakukan pengecekan lokasi serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Sementara diduga karena faktor alam. Namun, kami tetap melakukan pengecekan di lokasi dan pendataan terhadap saksi-saksi,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan laporan awal, kebakaran juga belum menimbulkan kerugian material.

Ketika di hubungi, Kepala Desa Sambongsari Benny Ardi membenarkan adanya kebakaran hutan di wilayah desanya.

“Iya, benar ada kebakaran. Kalau penyebabnya saya belum tahu pasti. Kebakaran seperti ini juga hampir setiap tahun terjadi,” kata Benny.

Menurut Benny, titik kebakaran berada di bagian atas kawasan hutan dan berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga.

Ia mengaku belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun apakah kondisi cuaca panas menjadi faktor pemicunya.

Penanganan karhutla melibatkan sejumlah unsur, yakni, Kapolsek Weleri dan anggota Polsek Weleri, Danramil Weleri beserta anggota, Kanit Reskrim dan anggota, KSPKT serta piket fungsi, Bhabinkamtibmas Desa Sambongsari, Babinsa Koramil Weleri, Damkar Kecamatan Weleri dan petugas Perhutani.

Petugas melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, memadamkan titik api secara langsung serta membuat sekat bakar.

Langkah ini menjadi penting untuk mencegah api menjalar lebih luas, mengingat kawasan Petak 2E RPH Besokor memiliki luas sekitar 25,80 hektare.

Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan hutan jati tersebut.

 

Penulis : Tim Kendal

Editor : Arifin Zaenul

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru