Kampung Bebek Pasuruan Bertahan, Telur Asin Kini Dikirim ke Hong Kong

Jumat, 21 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Umar Faruq, peternak sekaligus Kepala Dusun Tawangsari, menunjukkan telur asin produksi Kampung Bebek di Desa Kejapanan, Gempol, Pasuruan, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Umar Faruq, peternak sekaligus Kepala Dusun Tawangsari, menunjukkan telur asin produksi Kampung Bebek di Desa Kejapanan, Gempol, Pasuruan, Kamis (20/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Dusun Tawangsari, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, masih mempertahankan identitasnya sebagai Kampung Bebek. Sedikitnya 30 peternak tetap bertahan membudidayakan bebek sekaligus memproduksi telur asin yang dipasarkan ke sejumlah daerah hingga pernah dikirim ke Hong Kong.

Salah satu peternak yang masih aktif adalah Umar Faruq. Selain menjadi Kepala Dusun Tawangsari, Umar telah menggeluti usaha peternakan bebek sejak 1997 dan kini memiliki lebih dari 800 ekor bebek yang ditempatkan di sejumlah kandang di sekitar rumahnya.

Umar mengatakan, perjalanan usahanya dimulai dari skala kecil. Saat itu ia hanya memelihara sekitar 50 hingga 100 ekor bebek yang diperoleh dari wilayah Kejapanan dan Sidoarjo.

“Dulu ya masih dikit, karena masih nabung untuk beli bebek yang banyak,” kata Umar saat ditemui di rumah sekaligus tempat usahanya, Kamis (20/8/2026).

Setelah bertahun-tahun menjalankan usaha, jumlah bebek yang dipelihara Umar terus bertambah. Kandang yang digunakan saat ini berada di RT 3 RW 16, tepat di sebelah tempat tinggalnya.

Sebagian kandang merupakan milik sendiri, sedangkan sebagian lainnya disewa dari keluarganya. Pengelolaan peternakan dilakukan untuk mendukung produksi telur asin yang menjadi salah satu produk unggulan Kampung Bebek Tawangsari.

Umar memiliki cara tersendiri dalam menjaga kualitas telur yang dihasilkan. Ia menggunakan kepala udang sebagai salah satu bahan pakan bebek karena dinilai memiliki kandungan protein sekaligus lebih ekonomis dibandingkan pakan konsentrat.

“Kalau pakan konsentrat per sak harganya Rp 530 ribu, tapi kalau kepala udang satu blong sekitar 120 kilogram harganya Rp 120 ribu. Lebih terjangkau dan gizinya lebih banyak,” terangnya.

Menurut Umar, pakan tersebut turut memengaruhi karakter telur asin yang dihasilkan. Produk telur asin dari Tawangsari disebut memiliki warna kuning telur cenderung oranye dengan rasa yang kuat dan tekstur masir.

Proses produksinya juga dilakukan tanpa bahan pengawet. Umar menyebut telur asin produksinya dapat bertahan maksimal sekitar dua pekan.

“Rasanya masir sekali dan warnanya oranye segar,” tegasnya.

Dari sisi pemasaran, telur asin produksi Kampung Bebek Tawangsari tidak hanya beredar di sekitar Kabupaten Pasuruan. Produk tersebut juga dipasarkan ke Sidoarjo dan Surabaya.

Bahkan, Umar mengaku beberapa kali menerima permintaan pengiriman hingga ke Hong Kong. Pengiriman tersebut dilakukan karena ada warga Indonesia di sana yang menyukai telur asin produksinya.

“Pernah beberapa kali pengiriman ke Hongkong, ya ada orang Indonesia yang cocok dengan telur asin saya,” pungkasnya.

Kepala Desa Kejapanan, Rendi Saputra, mengatakan pemerintah desa turut mendorong pengembangan Kampung Bebek Tawangsari sebagai wisata edukasi. Lokasi tersebut kerap menjadi tujuan pelajar dan mahasiswa untuk mengikuti pelatihan maupun kegiatan studi.

Menurut Rendi, pengembangan kawasan tersebut juga akan diperkuat dengan pembangunan gapura sebagai penanda Kampung Bebek. Pembangunan gapura direncanakan menggunakan anggaran Dana Desa tahun ini.

“Selain sebagai wisata edukasi kampung bebek, di dusun ini tahun sekarang akan kami bangun semacam gapura. Menjadi penanda kampung bebek dan dianggarkan dari Dana Desa,” ujarnya.

Aktivitas peternak juga mendapat tambahan permintaan sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rendi menyebut kebutuhan telur asin dari program tersebut cukup besar sehingga para peternak bahkan sempat kewalahan memenuhi pesanan.

“Karena satu SPPG saja bisa order sampai 2800 telur asin. Ada 30-an peternak dari Kelompok Unggas Harapan Kita, dan alhamdulillah sampai sekarang tetap bertahan,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Berita Terbaru