Kapolda Jatim Tekankan Deteksi Dini Kamtibmas 2026, Wanti-Wanti Ancaman Global

Rabu, 25 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memimpin Rapim Polda Jatim di Surabaya, Senin (23/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto memimpin Rapim Polda Jatim di Surabaya, Senin (23/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya penguatan deteksi dini dan pemetaan kerawanan menghadapi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tahun 2026 yang dinilai sarat tantangan global dan potensi gangguan daerah.

Penegasan itu disampaikan saat Rapat Pimpinan (Rapim) Polda Jatim di Rupatama Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (23/2/2026). Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan seluruh jajaran agar tidak meremehkan potensi gangguan sekecil apa pun.

“Jangan pernah underestimate. Sekecil apa pun potensi gangguan, jika tidak dipetakan dengan baik bisa menjadi celah fatal,” tegasnya.

Irjen Nanang mengapresiasi kinerja jajaran sepanjang 2025 hingga Februari 2026 yang dinilai mampu menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif. Ia menyoroti respons cepat dalam penanganan kasus kamtibmas maupun bencana, serta pengungkapan perkara atensi seperti judi online, narkoba, pencurian kendaraan bermotor, korupsi, dan penyelundupan.

Selain aspek penegakan hukum, Polda Jatim juga dinilai berperan dalam mendukung program pemerintah, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan SPPG yang berjalan tanpa keluhan berarti, serta kontribusi pada penguatan swasembada jagung.

Mengacu pada dinamika global, Kapolda menilai dunia tengah berada dalam fase transformasi sosial, politik, dan ekonomi yang berpotensi memicu gesekan dan instabilitas. Ia menyebut konsep modern warfare kini tidak hanya berbasis kekuatan darat, laut, dan udara, tetapi juga mencakup perang ekonomi, penggunaan drone system, hingga psywar.

“Kita harus adaptif dan solid dalam merespons perubahan ini,” ujarnya.

Kapolda juga memaparkan kalender kamtibmas 2026 yang dipenuhi potensi kerawanan, mulai dari agenda buruh dan mahasiswa, konflik perguruan silat di Madiun Raya, hingga peringatan hari besar nasional. Karena itu, ia menekankan penguatan analisis intelijen dan sinergi lintas sektor.

Di internal institusi, transformasi penegakan hukum juga menjadi fokus, terutama menyongsong penerapan KUHP dan KUHAP baru dengan pendekatan restorative justice dan humanis.

“Tinggalkan pola represif. Jadilah pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang empatik,” pungkasnya.

Penulis : Yak

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru