Karhutla Gunung Arjuno-Welirang Pasuruan Hari Kedelapan, Luas Terbakar Tembus 300 Hektare

Jumat, 28 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan melakukan penanganan karhutla di kawasan Tahura R. Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas gabungan melakukan penanganan karhutla di kawasan Tahura R. Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tahura R. Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur, masih terjadi hingga hari kedelapan. Titik api masih terlihat dari Ogal Agil menuju punggungan Alas Lali Jiwo yang berada di ketinggian sekitar 2.700 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Medan terjal dan vegetasi rapat membuat proses pemadaman berlangsung sulit. Hingga Rabu (26/8/2026), luas kawasan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 300 hektare.

Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan, titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau petugas karena didominasi tebing dan lereng curam.

“Lokasi kebakarannya berupa tebing dan lereng dengan medan curam sehingga petugas kewalahan dalam akses ke sananya. Belum lagi di kawasan tersebut punya vegetasi yang rapat. Terdiri atas cemara gunung, alang-alang, semak belukar, serta rumput,” kata Marini melalui sambungan seluler, Kamis (27/8/2026).

Pemadaman melalui jalur darat dilakukan secara manual oleh personel gabungan. Mereka terdiri atas polisi kehutanan (polhut), Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Petugas disiagakan di Sawahan Kesek dan Lembah Kijang, Lereng Arjuno, untuk melakukan penanganan terhadap titik-titik kebakaran yang masih ditemukan.

Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara melalui water bombing menggunakan helikopter. Air diambil dari kolam yang berada di Kaliandra, kemudian dibawa menuju titik api di lereng Gunung Arjuno, khususnya kawasan punggungan Alas Lali Jiwo.

Namun, operasi water bombing belum dapat dilakukan secara maksimal akibat kondisi cuaca. Pada hari kedelapan, penyiraman dari udara hanya dilakukan sebanyak lima kali sebelum helikopter kembali ke Lanud Abdurahman Saleh.

Marini mengatakan, angin kencang menjadi salah satu kendala utama dalam pelaksanaan pemadaman dari udara.

“Untuk water bombing di hari kedelapan kebakaran hutan, tidak bisa dilakukan lebih dari lima kali. Kami terkendala cuaca. Salah satunya angin kencang,” bebernya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru