Karhutla Jadi Atensi Utama, Polsek Laren Gencarkan Patroli Hutan di Lamongan

Selasa, 25 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Polsek Laren saat melakukan patroli kawasan hutan dan memberikan imbauan pencegahan karhutla, Selasa (25/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota Polsek Laren saat melakukan patroli kawasan hutan dan memberikan imbauan pencegahan karhutla, Selasa (25/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian utama Polsek Laren di tengah kondisi musim kemarau. Untuk mencegah kebakaran kembali terjadi, jajaran Polsek Laren menggencarkan patroli di kawasan hutan sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah di area hutan.

Patroli dan imbauan tersebut dilakukan Kapolsek Laren AKP Anang Purwo Widodo, SH., bersama jajarannya pada Selasa (25/8/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga kawasan hutan tetap aman dari ancaman kebakaran yang dapat meluas dan menimbulkan dampak bagi lingkungan maupun masyarakat.

AKP Anang Purwo Widodo mengatakan pencegahan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Menurutnya, masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga kawasan hutan, terutama dengan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu api.

“Karhutla menjadi atensi utama kami. Patroli terus kami gencarkan di wilayah hutan untuk mencegah terjadinya kebakaran dan memastikan masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api,” ujar Anang.

Dalam kegiatan patroli, petugas juga memberikan imbauan secara langsung kepada masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan. Salah satu pesan yang ditekankan adalah larangan membakar sampah di area hutan.

Pembakaran sampah yang dilakukan tanpa pengawasan dinilai dapat menjadi salah satu potensi munculnya titik api. Terlebih, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah merambat apabila tidak segera dikendalikan.

Kapolsek Laren menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran menjadi bagian penting dalam memutus risiko karhutla sejak awal.

“Kami terus memberikan edukasi dan imbauan agar masyarakat tidak membakar sampah di area hutan. Jangan sampai kebiasaan tersebut justru memicu kebakaran yang merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Patroli dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap terpantau sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya titik api. Kehadiran polisi di lapangan juga diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap keamanan dan kelestarian lingkungan.

Anang berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan yang disampaikan petugas dan tidak melakukan pembakaran di kawasan hutan. Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih penting dibandingkan menangani dampaknya setelah api terlanjur membesar.

“Kami berharap masyarakat ikut bersama-sama menjaga kawasan hutan. Jangan melakukan pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran. Kalau lingkungan dijaga bersama, potensi karhutla bisa kita tekan,” harapnya.

Polsek Laren memastikan patroli dan langkah pencegahan akan terus dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Selain patroli, komunikasi dengan masyarakat juga menjadi bagian penting untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga kawasan hutan.

Kapolsek Laren menutup dengan mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Respons cepat diperlukan agar potensi kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.

“Jangan menunggu api membesar. Jika melihat adanya titik api atau pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada petugas. Pencegahan dan kepedulian bersama menjadi kunci agar karhutla tidak terulang lagi,” tutupnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan
Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Ruko UD Asterpal di Gempol Ludes Terbakar, Kerugian Rp320 Juta
Selamat dari Kebakaran Kapal, 5 Penari Tetap Ingin Tampil di Gandrung Sewu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:51

Diduga Kejang Saat Mengemudi, Mobil Tabrak 3 Motor dan Ambulans di Lamongan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12

Empat Siswa Terjebur Sumur 8 Meter di Lamongan, Begini Kronologinya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Berita Terbaru