PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya wilayah Kabupaten Pasuruan, mulai mereda. Namun, tim gabungan masih melakukan pemadaman manual dan pemantauan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali meluas.
Pantauan di kawasan Bukit Cinta dan Pakis Bincil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kamis (13/8/2026) siang, menunjukkan kepulan asap pekat yang sebelumnya terlihat sejak Selasa (11/8/2026) dari kawasan Seruni Point hingga Resort Penanjakan sudah tidak tampak.
Intensitas penyiraman melalui udara menggunakan helikopter BPBD Jawa Timur dan BNPB juga mulai berkurang. Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan pembasahan dan pemadaman manual pada titik kobaran api yang relatif kecil.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api membesar dan merembet ke kawasan wisata vital, termasuk Penanjakan Tosari. Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf, mengatakan dirinya telah empat hari intensif mengecek kesiapan pasukan sekaligus turun langsung dalam proses pemadaman.
“Kita sudah 4 hari, saya harus memastikan sendiri semua pasukan stand by di lokasi sampai situasi dan kondisi kebakaran mereda. Tapi sampai sekarang masih ada kebakaran meski levelnya kecil, tapi harus dipadamkan supaya tidak makin meluas,” katanya.
Menurutnya, penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara atau water bombing. Personel gabungan belum ditarik karena masih terdapat potensi bara tersembunyi yang dapat memicu kebakaran susulan, terutama saat malam hari.
“Karena ketika malam hari kita tidak tahu tiba-tiba ada kobaran api di titik lain. Bisa gawat kalau kita balik kanan, makanya tetap kami siagakan,” tegasnya.
Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Ridho Nugroho juga menyebut masih terdapat titik api di kawasan Resort Penanjakan, tepatnya Bukit Pakis Bincil. Api diduga berasal dari sisa bara yang kembali menyala.
Ia mengatakan kondisi angin turut memengaruhi proses pemadaman. Hingga Kamis sore, cuaca dinilai cukup bersahabat karena angin tidak sekencang dua hari sebelumnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar