Karhutla TNBTS Pasuruan Mereda, Api Kecil Masih Muncul

Jumat, 14 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan memantau dan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Pakis Bincil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim gabungan memantau dan melakukan pemadaman karhutla di kawasan Pakis Bincil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), khususnya wilayah Kabupaten Pasuruan, mulai mereda. Namun, tim gabungan masih melakukan pemadaman manual dan pemantauan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali meluas.

Pantauan di kawasan Bukit Cinta dan Pakis Bincil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kamis (13/8/2026) siang, menunjukkan kepulan asap pekat yang sebelumnya terlihat sejak Selasa (11/8/2026) dari kawasan Seruni Point hingga Resort Penanjakan sudah tidak tampak.

Intensitas penyiraman melalui udara menggunakan helikopter BPBD Jawa Timur dan BNPB juga mulai berkurang. Meski demikian, personel gabungan tetap melakukan pembasahan dan pemadaman manual pada titik kobaran api yang relatif kecil.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api membesar dan merembet ke kawasan wisata vital, termasuk Penanjakan Tosari. Dandim 0819 Pasuruan, Letkol Inf, mengatakan dirinya telah empat hari intensif mengecek kesiapan pasukan sekaligus turun langsung dalam proses pemadaman.

“Kita sudah 4 hari, saya harus memastikan sendiri semua pasukan stand by di lokasi sampai situasi dan kondisi kebakaran mereda. Tapi sampai sekarang masih ada kebakaran meski levelnya kecil, tapi harus dipadamkan supaya tidak makin meluas,” katanya.

Menurutnya, penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara atau water bombing. Personel gabungan belum ditarik karena masih terdapat potensi bara tersembunyi yang dapat memicu kebakaran susulan, terutama saat malam hari.

“Karena ketika malam hari kita tidak tahu tiba-tiba ada kobaran api di titik lain. Bisa gawat kalau kita balik kanan, makanya tetap kami siagakan,” tegasnya.

Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan Ridho Nugroho juga menyebut masih terdapat titik api di kawasan Resort Penanjakan, tepatnya Bukit Pakis Bincil. Api diduga berasal dari sisa bara yang kembali menyala.

Ia mengatakan kondisi angin turut memengaruhi proses pemadaman. Hingga Kamis sore, cuaca dinilai cukup bersahabat karena angin tidak sekencang dua hari sebelumnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta
Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga
Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah
Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons
Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan
Dolomit atau Bentonit, DLH Lamongan Turun Cek Lima Industri Usai Protes Warga Paciran
Angin Kencang Robohkan 15 Tenda Pameran di Babat Lamongan
Lahan Tebu 4.000 Meter Persegi di Lamongan Terbakar, Ini Penyebabnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 15:13

Kebakaran Kandang Ayam di Lamongan, 12 Ribu Ekor Ayam Mati dan Kerugian Rp600 Juta

Selasa, 15 September 2026 - 14:50

Aksi 250 Buruh di Lamongan, PT PHS Sepakati Pesangon Rp60 Juta, Polsek Tikung Siaga

Selasa, 15 September 2026 - 09:35

Motor Beat Masuk Kolong Truk Fuso di Kendal, Pengendara Luka dan Kaki Patah

Senin, 14 September 2026 - 19:39

Diduga Garap Lahan Warga, PT Padasa Enam Utama Diberi Waktu 3 x 24 Jam untuk Merespons

Senin, 14 September 2026 - 08:28

Sempat Tanpa Identitas, Perempuan 65 Tahun Ditemukan di Pinggir Jalan Lamongan

Berita Terbaru