Kejari Pasuruan Pulihkan Rp2,2 Miliar Uang Negara dari Korupsi Dana PKBM

Selasa, 4 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kejari Kabupaten Pasuruan Rustandi Gustawirya memaparkan perkembangan eksekusi perkara korupsi dana PKBM dalam konferensi pers di Pasuruan, Selasa (4/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Kejari Kabupaten Pasuruan Rustandi Gustawirya memaparkan perkembangan eksekusi perkara korupsi dana PKBM dalam konferensi pers di Pasuruan, Selasa (4/8/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan berhasil memulihkan uang negara sebesar Rp2.258.973.000 dari perkara korupsi dana bantuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tahun Anggaran 2023–2024. Pemulihan tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Kepala Kejari Kabupaten Pasuruan, Rustandi Gustawirya, menyampaikan total kerugian negara dalam perkara tersebut mencapai Rp4.951.880.000. Hingga kini, Kejari telah berhasil mengembalikan lebih dari Rp2,2 miliar ke kas negara melalui eksekusi uang rampasan dan uang pengganti dari para terpidana.

“Kami telah menerima dan menyetorkan uang hasil rampasan serta uang pengganti dari para terpidana ke kas negara. Ini komitmen kami, tidak hanya menjatuhkan hukuman badan, tetapi memastikan uang rakyat kembali,” kata Rustandi.

Ia menjelaskan dana yang telah disetorkan terdiri atas Rp2.013.973.000 berupa uang tunai hasil rampasan dari terpidana Erwin Setyawan, Rp230.000.000 sebagai uang pengganti dari Erwin Setyawan, serta Rp15.000.000 sebagai uang pengganti dari terpidana Nurkamto.

Penyetoran tersebut merupakan pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5394 K/Pid.Sus/2026 tertanggal 9 Juni 2026 atas nama terpidana Erwin Setyawan.

Meski demikian, Kejari Kabupaten Pasuruan masih memburu sisa kerugian negara sekitar Rp2,69 miliar yang belum dipulihkan. Tim Jaksa Eksekutor saat ini melakukan penelusuran aset (asset tracing) secara intensif terhadap sejumlah bidang tanah milik terpidana serta menempuh langkah hukum lain guna memaksimalkan pengembalian kerugian negara.

“Penegakan hukum korupsi bukan sekadar memberi efek jera, melainkan memulihkan keuangan negara agar bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat. Kami bekerja profesional, berintegritas, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Rustandi menambahkan Kejari Kabupaten Pasuruan berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan putusan pengadilan melalui pembayaran uang pengganti maupun penyitaan aset yang masih dimiliki terpidana. Langkah tersebut diharapkan dapat memulihkan seluruh kerugian negara dalam perkara korupsi dana PKBM.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru