Kemnaker Gelar Green Jobs Class di Bandung untuk Atasi 1.500 Ton Sampah Harian

Selasa, 17 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Afriansyah Noor membuka Green Jobs Class di BBPVP Bandung, Sabtu (14/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Wamenaker Afriansyah Noor membuka Green Jobs Class di BBPVP Bandung, Sabtu (14/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA BANDUNG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merespons persoalan 1.500 ton sampah yang dihasilkan Kota Bandung setiap hari dengan menggelar program Green Jobs Class sebagai solusi berbasis pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.

Data menunjukkan, sekitar 44,51 persen dari total sampah harian tersebut merupakan sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan. Jika tidak dikelola optimal, timbunan sampah berpotensi membebani Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan memicu persoalan lingkungan yang lebih luas.

Upaya konkret dilakukan melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan dengan menggelar Green Jobs Class Chapter Bandung pada Sabtu (14/2/2026). Program ini berkolaborasi dengan Yaksa Pelestari Bumi Berkelanjutan, Green Future Guardian Chapter, dan Inovasi Muda.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dipandang sebagai peluang ekonomi produktif, bukan sekadar beban lingkungan.

“Melalui pengelolaan sampah yang baik, beban TPA dapat dikurangi, dampak lingkungan ditekan, dan dihasilkan kompos yang memiliki nilai guna. Persoalan lingkungan bisa diubah menjadi peluang kerja yang produktif,” ujarnya.

Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari mahasiswa serta komunitas Gorong-gorong Bersih (GOBER) dan Gerakan Olah Sampah (GASLAH) mengikuti pelatihan ini. Mereka mendapatkan edukasi sekaligus praktik langsung pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Program ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada implementasi di tingkat komunitas. Dengan pendekatan green jobs, Kemnaker mendorong lahirnya tenaga kerja terampil di sektor ekonomi hijau yang relevan dengan tantangan lingkungan perkotaan.

“Ini bagian dari strategi membangun kesadaran sekaligus kompetensi masyarakat agar mampu menciptakan solusi berkelanjutan,” pungkas Afriansyah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru