Kemnaker Salurkan Rp30,3 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar Pascabencana

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli menyerahkan bantuan pemulihan ekonomi Rp30,3 miliar di BPVP Padang, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menaker Yassierli menyerahkan bantuan pemulihan ekonomi Rp30,3 miliar di BPVP Padang, Kamis (12/2/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PADANG, RadarBangsa.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan senilai Rp30,3 miliar guna mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan diserahkan langsung Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang, Kamis (12/2/2026).

Bantuan tersebut mencakup pembangunan lima unit Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), pelatihan vokasi dan sertifikasi bagi 5.008 warga, program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) untuk 100 orang, serta 20 paket padat karya. Selain itu, Kemnaker menyalurkan bantuan tunai kepada 125 warga terdampak dan membangun dua unit sumur bor berikut mesin air guna mendukung kebutuhan dasar masyarakat.

Menaker Yassierli menegaskan, intervensi ini merupakan fase lanjutan dari tanggap darurat menuju pemulihan ekonomi berkelanjutan. “Akhir Desember lalu relawan Kemnaker Peduli sudah bergerak dengan dapur umum dan distribusi logistik. Kini kita masuk tahap krusial, yaitu recovery ekonomi berbasis peningkatan kapasitas kerja,” ujarnya.

Menurut Yassierli, seluruh Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di Pulau Sumatera telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemulihan. Balai pelatihan di Padang, Medan, hingga Banda Aceh menjadi simpul pelaksanaan program pelatihan dan pemberdayaan.

Langkah ini dinilai strategis mengingat dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul sektor usaha mikro dan lapangan kerja warga. Program pelatihan vokasi dan sertifikasi diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

“Pemulihan pascabencana bukan proses singkat. Butuh kolaborasi pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat agar ekonomi Sumbar kembali bergerak,” kata Yassierli.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program tidak semata diukur dari besaran anggaran, melainkan dari sejauh mana masyarakat kembali produktif dan berdaya saing. “Recovery ini kerja bersama. Sinergi menjadi kunci agar masyarakat bangkit lebih kuat,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru