BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id — Kemampuan bahasa asing dan kompetensi kerja menjadi bekal yang ditekankan Kementerian Ketenagakerjaan bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja maupun mengikuti pemagangan di Jepang.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyampaikan hal itu saat menghadiri kegiatan Penguatan Sinergitas Pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).
“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” kata Afriansyah.
Dalam kegiatan tersebut, Afriansyah memberikan pengarahan kepada peserta Program Magang Nasional (MagangHub) dan 84 peserta program pemagangan ke Jepang melalui kerja sama dengan IM Japan.
Menurut Afriansyah, peserta yang hendak mengikuti pemagangan ke Jepang perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, kompetensi, serta kemampuan bahasa sebelum berangkat. Bekal tersebut diperlukan agar peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang.
Jepang sendiri disebut sebagai salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia. Karena itu, peluang bekerja dan mengikuti pemagangan di negara tersebut perlu diikuti kesiapan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Afriansyah juga menyebut Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran yang tinggi. Menurutnya, penguatan pelatihan di daerah tersebut penting untuk menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi, keterampilan, dan kemampuan bahasa yang dibutuhkan.
Selain menekankan kesiapan sebelum bekerja ke luar negeri, Afriansyah mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih jalur penempatan. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur bujuk rayu maupun tawaran gaji tinggi dan memastikan proses bekerja ke luar negeri dilakukan melalui jalur resmi sesuai ketentuan.
“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan pemerintah Indonesia,” tegasnya.
Pada kegiatan yang sama, Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 dan Non-Batch September 2026 juga dibuka. Program tersebut diikuti 238 peserta yang terbagi dalam 13 program pelatihan.
Sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program PVN Batch 4, yakni Peracikan Minuman Kopi, Pengolahan Ikan, dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut. Sementara itu, 190 peserta mengikuti 10 program Non-Batch yang mencakup bidang pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.
BPVP Banyuwangi juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis melalui Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Banyuwangi oleh Wamenaker.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar