JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center sekaligus menjalankan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based). Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung pada Minggu (11/1) itu menempatkan RSUD Dr Soetomo sebagai salah satu simpul penting dalam penguatan layanan kesehatan rujukan nasional. Khofifah hadir didampingi jajaran pimpinan RSUD Dr Soetomo, antara lain Direktur RSUD Dr Soetomo Prof. Cita R.S. Prakoeswa, Ketua Program Studi Bedah Saraf RSPPU Prof. Joni Wahyuhadi, serta para wakil direktur dan pejabat bidang pendidikan rumah sakit.
Khofifah menyampaikan bahwa status World Class Academic Medical Center menuntut rumah sakit tidak hanya unggul dalam layanan klinis, akan tetapi juga terintegrasi dengan pendidikan kedokteran dan riset medis bertaraf internasional.
“RSUD Dr Soetomo memiliki modal kuat, baik dari sisi sumber daya manusia, layanan kesehatan rujukan, maupun pengalaman pendidikan kedokteran. Ini menjadi fondasi penting untuk memenuhi standar rumah sakit akademik kelas dunia,” kata Khofifah dalam pertemuan tersebut.
Selain penguatan institusi, Pemprov Jawa Timur mendorong optimalisasi Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis Hospital Based yang dapat diinisiasi Kementerian Kesehatan. Skema ini dinilai strategis untuk menjawab ketimpangan distribusi dokter spesialis, terutama di wilayah tertinggal, terluar, dan terpencil (3T).
Menurut Khofifah, pendidikan berbasis rumah sakit memungkinkan calon dokter spesialis lebih terikat dengan rumah sakit tempat mereka menjalani pendidikan serta penugasan. Dengan demikian, pemerataan layanan kesehatan spesialistik dapat berjalan lebih efektif.
“Kami berharap pendidikan dokter spesialis berbasis Hospital Based dapat berjalan berdampingan dengan skema University Based di RSUD Dr Soetomo, sehingga kebutuhan layanan serta pendidikan dapat terpenuhi secara seimbang,” ujar Khofifah.
Menko PMK Pratikno menyambut baik usulan tersebut dan meminta Pemprov Jawa Timur menyiapkan masukan teknis agar integrasi Hospital Based dan University Based dapat diterapkan secara harmonis.
“Kami akan melakukan telaah dan mengoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan agar kedua sistem pendidikan ini dapat berjalan bersama dan saling melengkapi,” tegas Pratikno.
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan peran RSUD Dr Soetomo dalam pelaksanaan Program Hospital Based.
“Kami siap mendukung implementasi Hospital Based di RSUD Dr Soetomo sebagai bagian dari upaya pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia,” kata Budi Gunadi Sadikin.
Direktur RSUD Dr Soetomo Prof. Cita R.S. Prakoeswa menjelaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya saat ini telah bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center Hospital dengan tiga fungsi utama yang berjalan terpadu, yakni pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian medis.
RSUD Dr Soetomo juga berperan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 31 Tahun 2022 tentang pelaksanaan PP Nomor 93 Tahun 2015 mengenai rumah sakit pendidikan.
“Sebagai RSPPU, kami tidak hanya menyelenggarakan pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, tetapi juga pendidikan kesehatan berkelanjutan secara multiprofesi,” ujar Prof. Cita.
Ia menambahkan, pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis *Hospital Based* akan difokuskan pada sejumlah bidang strategis, salah satunya bedah saraf. Hingga kini, RSUD Dr Soetomo telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf yang kini bertugas di berbagai daerah di Indonesia.
Ke depan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu memperkuat posisi RSUD Dr Soetomo sebagai pusat layanan dan pendidikan kesehatan berstandar global. Implementasi Hospital Based dinilai menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan layanan kesehatan nasional.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








