TULUNGAGUNG, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi 45 SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Peresmian dipusatkan di SMKN 1 Tulungagung pada Kamis (14/5).
Program tersebut menelan anggaran sebesar Rp46,9 miliar dengan sasaran peningkatan kualitas sarana pendidikan. Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan mutu pendidikan di wilayah selatan Jawa Timur.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan revitalisasi sekolah bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan ruang belajar yang aman, sehat, dan layak bagi pelajar.
“Anak-anak Jawa Timur harus belajar di ruang yang aman dan sehat sehingga memuliakan martabat mereka sebagai generasi penerus bangsa,” ujar Khofifah saat peresmian.
Dari total anggaran yang digelontorkan, Kabupaten Tulungagung menerima alokasi terbesar dengan 20 lembaga pendidikan senilai Rp23,2 miliar. Sementara Kabupaten Trenggalek mendapatkan Rp8,5 miliar untuk 11 sekolah, dan Kabupaten Pacitan memperoleh Rp15,1 miliar untuk 13 lembaga pendidikan.
Program revitalisasi mencakup pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, perpustakaan, toilet, ruang praktik siswa, hingga ruang keterampilan untuk SLB. Pemerintah provinsi menilai kondisi sarana pendidikan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter siswa.
Khofifah menegaskan, pendidikan harus menjadi solusi utama dalam memutus rantai kemiskinan. Karena itu, investasi pada sektor pendidikan disebut sebagai langkah strategis jangka panjang bagi pembangunan daerah.
“Setiap rupiah yang kita keluarkan untuk pendidikan sejatinya bukan biaya belanja, tetapi investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menambahkan, revitalisasi sekolah dilakukan untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas dan kompetitif.
Menurutnya, pembenahan sarana pendidikan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Pemerintah juga ingin menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong semangat dan produktivitas siswa.
“Setiap tahun sarana pendidikan harus terus ditingkatkan agar kualitas pembelajaran semakin baik dan siswa lebih termotivasi,” ujarnya.
Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyebut kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat kualitas pendidikan di daerah.
Selain penandatanganan prasasti revitalisasi sekolah, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan biaya pendidikan kepada 30 siswa SMA dan SMK dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Bantuan itu diharapkan mampu membantu keberlanjutan pendidikan siswa di tengah tantangan ekonomi masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar