ASAHAN, RadarBangsa.co.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 0208/Asahan bersama PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Tbk kembali merealisasikan program Gerakan Ketahanan Pangan melalui penanaman perdana padi gogo di areal kemitraan, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Desa Pulau Pekan, Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan, dan menjadi langkah konkret memperluas sumber pangan berbasis pemanfaatan lahan perkebunan rakyat.
Program penanaman padi gogo kali ini dilaksanakan di atas lahan seluas 20 hektar. Areal tersebut merupakan lahan tanaman sela pada kebun Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang berada dalam skema kemitraan PT BSP Tbk Kisaran dengan kelompok tani setempat. Model ini dinilai strategis karena mengoptimalkan lahan yang belum produktif penuh, sekaligus menambah pendapatan petani.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sebelumnya, pada 26 November 2025, dilakukan penanaman padi gogo di lahan seluas 3,9 hektar yang berlokasi di belakang Kantor Kodim 0208/Asahan. Perluasan areal tanam menunjukkan adanya komitmen berkelanjutan dari seluruh pihak untuk menjadikan program ini sebagai bagian dari solusi ketahanan pangan daerah.
Penanaman perdana tersebut dihadiri Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si., Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edi Syahputra, Danlanal Tanjung Balai Asahan Letkol Agung Dwi Handoko Djoewari, Kepala Dinas Pertanian Asahan, Ketua DPW Perhiptani Sumatera Utara H. Drs. Aripay Tambunan, MM, jajaran Forkopimda, serta manajemen PT BSP Tbk dan kelompok tani mitra PSR.
Dandim 0208/Asahan Letkol Inf Edi Syahputra menegaskan bahwa gerakan penanaman padi gogo merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memanfaatkan potensi lahan secara maksimal. Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibangun oleh satu pihak, melainkan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan.
“Program ini merupakan upaya kolektif untuk membangun kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Kodim 0208/Asahan siap memperluas sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Edi Syahputra.
Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar menyatakan, penanaman padi gogo sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Kabupaten Asahan, kata dia, termasuk daerah yang didorong untuk meningkatkan kontribusi sektor pertanian.
“Asahan memiliki potensi besar di sektor sawit, karet, dan kelapa, serta penguatan ketahanan pangan. Program padi gogo ini diharapkan menjadi penopang tambahan dalam menjaga ketersediaan beras,” kata Taufik.
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Asahan memiliki areal persawahan sekitar 8.473 hektar yang berada di Kecamatan Rawang Panca Arga. Dengan kebutuhan konsumsi beras per kapita sekitar 76 kilogram per orang per tahun, kebutuhan beras masyarakat Asahan mencapai 56.000 hingga 59.000 ton per tahun.
“Melalui penanaman padi gogo di lahan sela PSR, kami berharap produksi beras dapat meningkat dan membantu memenuhi kebutuhan pangan, termasuk bagi wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan,” ujarnya.
Mewakili General Manager Sumut 1 PT BSP Tbk, Manager Kemitraan Al Haris Nasution menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0208/Asahan atas inisiatif gerakan ketahanan pangan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asahan dan Forkopimda atas dukungan yang diberikan.
“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat merupakan kunci untuk mencapai target ketahanan pangan di Asahan. PT BSP Tbk berkomitmen mendukung program ini secara berkelanjutan,” kata Haris.
Dari kalangan petani, Ketua Kelompok Tani Kenanga mitra PT BSP Tbk, Hasran Amir, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh penanaman padi gogo. Ia menyebut kelompok tani bersama Koperasi Milenial Berani Sukses memiliki lahan PSR seluas 175 hektar yang telah selesai direplanting dan sangat potensial ditanami tanaman sela.
“Lahan PSR kami memiliki peluang besar untuk pengembangan padi gogo maupun tanaman pangan lainnya. Kami siap berkontribusi demi keberhasilan program ketahanan pangan,” tegas Hasran.
Melalui kolaborasi ini, program padi gogo diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga menjadi model kemitraan berkelanjutan antara TNI, pemerintah, swasta, dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








