KENDAL,RadarBangsa.co.id – Poltekkes Kemenkes Semarang bersama Anggota Komisi IX DPR RI menggelar kegiatan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di GOR Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jumat (3/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup sehat guna mencegah berbagai penyakit, khususnya stunting dan tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi persoalan kesehatan serius di Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR RI, MoH Haris, menyampaikan bahwa masyarakat dapat menghindari dua permasalahan kesehatan utama tersebut dengan menerapkan gaya hidup sehat. Ia menegaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan besar, sementara kasus TBC di Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia setelah India.
“Melalui Germas, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kesehatan sehingga mampu mencegah stunting dan TBC sejak dini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diberikan edukasi terkait bahaya dan pencegahan penyakit, terutama TBC, agar lebih memahami gejala serta langkah penanganannya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yuni Indriarti Rahayu, menjelaskan bahwa TBC merupakan penyakit menular berbahaya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyerang paru-paru, namun juga dapat menyerang organ lain seperti tulang, kelenjar, hingga otak.
“TBC menular melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin tanpa menggunakan masker, sehingga sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, gejala TBC antara lain batuk berdahak selama dua hingga tiga minggu atau lebih, batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, penurunan berat badan, nafsu makan menurun, serta keringat malam tanpa aktivitas.
Menurutnya, TBC dapat disembuhkan melalui pengobatan antibiotik secara intensif minimal enam bulan sesuai anjuran tenaga medis. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan sangat penting untuk mencegah resistensi obat.
Pemerintah juga terus mendorong pendekatan
“Temukan dan Obati Sampai Sembuh” guna memutus rantai penularan TBC di masyarakat.
Selain itu, upaya pencegahan dilakukan melalui penerapan pola hidup sehat, vaksinasi terutama pada anak, serta peningkatan daya tahan tubuh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini dan pengobatan penyakit, sehingga dapat menekan angka stunting dan TBC di Indonesia.
Penulis : Tim
Editor : Arifin Zaenul


















Komentar