BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Koperasi Merah Putih yang tengah dirintis di Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, menegaskan komitmennya untuk menjadi wadah gotong royong ekonomi masyarakat. Tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, koperasi ini diarahkan menjadi pusat penyedia kebutuhan dasar warga, mulai dari petani hingga rumah tangga.
Ketua Koperasi Merah Putih, H. Abdul Halik, menjelaskan bahwa langkah awal yang kini digarap adalah penyediaan sarana produksi bagi petani. Mulai dari pupuk hingga benih padi akan diprioritaskan agar mudah diakses dengan harga yang terjangkau.
“Kami ingin petani tidak lagi kesulitan mendapatkan kebutuhan dasar produksinya. Jika kebutuhan mereka terpenuhi, hasil pertanian pun akan lebih baik,” ujarnya saat ditemui usai rapat pengurus.
Tidak hanya sektor pertanian, koperasi ini juga menyiapkan distribusi kebutuhan pokok untuk masyarakat luas. Mulai dari beras murah hingga LPG sesuai harga eceran tertinggi (HET) akan disediakan.
“Koperasi ini harus hadir untuk semua lapisan masyarakat. Dari sawah sampai dapur rumah tangga, semua bisa terbantu,” tambah Abdul Halik.
Menurut rencana, Koperasi Merah Putih akan segera diresmikan dalam waktu dekat. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat ekonomi kerakyatan di Bangkalan, terutama di tengah tantangan harga kebutuhan pokok yang fluktuatif.
“InsyaAllah koperasi ini akan resmi berdiri tidak lama lagi di Kelurahan Tunjung. Kami bertekad menjadi mitra masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi,” tuturnya penuh optimisme.
Abdul Halik juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan pemerintah agar koperasi ini bisa berkembang pesat. Ia percaya, semangat gotong royong akan menjadikan Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Dengan kebersamaan, koperasi ini bisa tumbuh besar dan benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.
Lainnya:
- Tekan Stunting, Bangkalan Genjot Tanam Padi Biofortifikasi Kaya Zat Besi
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








