LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan memperluas peserta Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) tidak hanya bagi ibu balita, tetapi juga nenek, bibi, hingga pengasuh anak. Kebijakan itu disampaikan dalam Wisuda SOTH Angkatan VII di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (13/5/2026), sebagai bagian penguatan ketahanan keluarga dan percepatan penurunan stunting.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lamongan, dr. Aini Mas’idha mengatakan, perluasan peserta dilakukan karena pengasuhan anak tidak selalu dilakukan orang tua kandung.
Menurutnya, siapapun yang sehari-hari mendampingi tumbuh kembang balita memiliki peran penting dalam pola asuh dan pembentukan karakter anak.
“Peserta SOTH tidak hanya ibu dari balita, tetapi juga membuka peluang bagi bibi, nenek, pengasuh, atau siapapun yang sehari-harinya mengasuh balita,” ujar dr. Aini.
Ia menjelaskan, program SOTH dinilai memberi dampak positif terhadap peningkatan kesabaran, rasa percaya diri, serta kemampuan pengasuhan keluarga. Hal itu diperkuat hasil penelitian Universitas Brawijaya terkait peningkatan parental self-efficacy peserta program.
Dalam wisuda angkatan VII ini, sebanyak 285 peserta dinyatakan lulus. Mereka berasal dari enam kecamatan, yakni Sukorame, Kedungpring, Deket, Sambeng, Lamongan, dan Karangbinangun, serta mencakup 13 desa di Kabupaten Lamongan.
DP3AKB Lamongan berharap program tersebut dapat terus berkembang dan diadopsi berbagai komunitas masyarakat agar manfaatnya semakin luas.
“Harapannya SOTH dapat menjadi gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga Lamongan yang tangguh, bahagia, dan Megilan,” imbuhnya.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang hadir dalam wisuda tersebut menegaskan bahwa program SOTH tidak hanya berorientasi pada penurunan angka stunting, tetapi juga memperkuat ketahanan keluarga di tengah tantangan sosial saat ini.
Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu, kualitas keluarga menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.
“SOTH ini tidak hanya menyelesaikan persoalan stunting, tetapi bagaimana masyarakat Lamongan memiliki ketahanan keluarga yang baik untuk menciptakan generasi mendatang,” kata Pak Yes.
Program SOTH menjadi salah satu langkah Pemkab Lamongan dalam memperkuat pelayanan keluarga berbasis edukasi masyarakat. “Pemerintah daerah juga mencatat Lamongan berhasil meraih peringkat kedua terbaik penanganan stunting di Jawa Timur pada 2025,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar