Lamongan Perluas Program Difabel, Festival Besar Siap Digelar 2025

Rabu, 3 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan saat menyerahkan bantuan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas dalam rangka memperkuat program inklusi di daerah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan saat menyerahkan bantuan pemberdayaan kepada penyandang disabilitas dalam rangka memperkuat program inklusi di daerah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus memperkuat agenda pemberdayaan penyandang disabilitas melalui berbagai program inklusi yang dirancang untuk membuka akses setara bagi seluruh difabel. Upaya ini dinilai penting karena banyak penyandang disabilitas masih menghadapi kesenjangan kesempatan dalam pendidikan, pekerjaan, dan layanan sosial.

Sejumlah program telah disiapkan, mulai dari pelatihan kewirausahaan, kompetisi minat dan bakat, pendampingan pendidikan inklusif, hingga pemberian bantuan alat kesehatan. Pemerintah daerah juga mendorong partisipasi difabel dalam kegiatan olahraga seperti Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparpeprov) sebagai sarana pembinaan bakat.

Pemkab Lamongan turut membentuk Forum Perlindungan dan Pemenuhan Hak Disabilitas (FP2HD) sebagai ruang advokasi bagi komunitas difabel. Forum ini membantu menyampaikan aspirasi sekaligus memastikan setiap kebutuhan masuk dalam perencanaan program daerah.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 akan ditandai dengan Festival Difabel pada 9 Desember 2025 di Pendopo Lokatantra. Festival tersebut menghadirkan lomba menyanyi, melukis, ketangkasan, vlog, hingga fashion show untuk mendorong para difabel menunjukkan potensi kreatifnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Lamongan, Farah Damayanti Zubaidah, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan tersebut tidak sekadar seremonial. “Kami ingin memastikan difabel bisa mandiri dan berdaya. Keterbatasan fisik tidak boleh menutup peluang mereka untuk berkembang,” ujarnya, Rabu (3/12).

Farah juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. “Kemandirian difabel akan lebih cepat tercapai ketika ada keterlibatan keluarga. Karena itu edukasi sosial turut kami perkuat,” katanya.

Salah satu inovasi yang berjalan adalah program Disabilitas Mandiri Terlindungi (Tas Mantri) oleh Puskesmas Turi, yang menyediakan layanan home care dua kali seminggu, pelatihan caregiver dua kali setahun, serta bantuan alat kesehatan dan mobilisasi bagi puluhan difabel setiap tahun.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Berita Terbaru