LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat penanganan banjir dengan menambah enam unit pompa air di Sluis Kuro, Kecamatan Karangbinangun, Rabu (28/2). Langkah ini ditempuh menyusul masih tingginya genangan air di sejumlah desa terdampak dan selisih muka air yang mencapai hampir satu meter antara Kuro luar dan Kuro dalam.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan penambahan pompa merupakan hasil koordinasi intensif bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, serta BPBD Jatim. Dari total enam unit, dua pompa berasal dari BBWS Bengawan Solo, tiga unit dari PU SDA Provinsi Jatim, dan satu unit dari BPBD Jatim.
“Dengan tambahan ini, kapasitas pembuangan air mencapai sekitar 2.500 liter per detik. Perbedaan ketinggian air di Kuro luar dan dalam masih tinggi, sehingga kita genjot pengeluaran air agar genangan cepat surut. Tentu kita berharap cuaca mendukung,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Selain optimalisasi pompa di Sluis Kuro, Pemkab Lamongan juga mulai membuka pintu air Waduk Gondang di Kecamatan Sugio secara bertahap. Air dialirkan ke waduk-waduk kecil di sekitarnya untuk mengurangi beban tampungan dan mencegah limpasan yang berpotensi memperparah banjir di hilir.
Langkah teknis tersebut dinilai krusial mengingat banjir berdampak pada aktivitas ekonomi, akses pendidikan, serta mobilitas warga. Beberapa desa di Kecamatan Karangbinangun dan Deket masih mengalami genangan yang menghambat distribusi logistik dan aktivitas perdagangan harian.
Menjelang Ramadhan, Pemkab Lamongan juga menyalurkan bantuan sembako ke desa terdampak, di antaranya Desa Sidomulyo (Kecamatan Deket), Desa Soko, dan Desa Blawi (Kecamatan Karangbinangun). Bantuan difokuskan bagi warga yang kesulitan mengakses kebutuhan pokok akibat terbatasnya jalur distribusi.
“Proses penyaluran bantuan terus kami atur. Menghadapi Ramadhan dan keterbatasan akses belanja, kami tambahkan bantuan sembako agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” tegasnya.
Pemkab memastikan koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus meminimalkan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas.
Lainnya:
- May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








