MINA, RadarBangsa.co.id – Usai menjalankan prosesi wukuf di Padang Arafah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memulai lempar Jumrah Aqabah pada Jumat (6/6) dini hari waktu Arab Saudi. Dengan membawa 49 kerikil yang diambil dari Muzdalifah, Khofifah bersama putra bungsunya melaksanakan lempar jumrah pertama sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji tahun ini.
Melempar jumrah merupakan salah satu rukun wajib haji yang menjadi simbol perlawanan terhadap godaan setan dan hawa nafsu. Para jemaah melemparkan batu-batu kecil ke tiang yang dianggap sebagai perumpamaan setan, secara berurutan mulai dari Jumrah Ula, Jumrah Wustha, hingga Jumrah Aqabah. Setiap tiang dilempari kerikil sebanyak tujuh kali secara bergantian.
“Melempar jumrah bukan hanya ritual, tetapi simbol perjuangan melawan godaan setan dan hawa nafsu,” ujar Khofifah saat memulai prosesi lempar jumrah.
Setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah, Khofifah dan rombongan langsung bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan Thawaf Ifadah di Masjidil Haram. Thawaf ini diakhiri dengan tahallul, yang menandai berakhirnya larangan selama ihram.
Dalam pelaksanaan thawaf Ifadah, Gubernur Khofifah bertemu dengan sejumlah tokoh penting, di antaranya Penasehat Presiden Urusan Haji Prof. Dr. Muhajir Efendy, Duta Besar RI untuk Saudi Arabia Dr. Abdul Aziz, serta tim petugas haji KH. Said Asrori, yang juga Katib Aam Syuriyah PBNU.
Setelah lempar jumrah Aqabah dan thawaf Ifadah selesai, Khofifah melanjutkan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah secara berurutan sebagai kelengkapan rukun haji.
“Dengan menuntaskan lempar jumrah dan thawaf Ifadah, semoga semua jemaah haji meraih haji mabrur,” kata Khofifah.
Selanjutnya, para jemaah yang belum ke Madinah akan melakukan thawaf wada’ sebagai tanda perpisahan dengan Masjidil Haram sebelum berangkat ziarah ke Raudhah, tempat mustajabah di Masjid Nabawi, Madinah.
Khofifah berharap seluruh jemaah mendapat kemudahan dan keberkahan selama menjalankan ibadah haji.
“Semoga yang belum berangkat segera dipanggil Allah menjadi tamu-Nya untuk menunaikan rukun Islam kelima,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar