SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama menggelar walimatus safar di kediamannya kawasan Wonocolo, Surabaya, Selasa (11/5/2026) malam. Kegiatan ini menjadi penanda doa bersama sebelum dirinya menunaikan ibadah haji sekaligus menjalankan tugas pengawasan negara. Acara tersebut juga menjadi momen spiritual dan kebersamaan antara keluarga, kerabat, serta warga sekitar.
Acara yang berlangsung usai salat Magrib itu dihadiri keluarga besar, ibu-ibu Muslimat, Fatayat, hingga warga sekitar. Suasana berlangsung khidmat dengan nuansa kekeluargaan yang kental sejak awal kegiatan dimulai. Sejumlah tokoh masyarakat juga tampak hadir memberikan dukungan moral dan doa restu.
Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama. Tradisi walimatus safar ini menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan restu sebelum berangkat haji. Kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi untuk saling memaafkan sebelum perjalanan panjang ke Tanah Suci.
Dalam kesempatan tersebut, para tamu mendoakan kelancaran ibadah dan keselamatan perjalanan ke Tanah Suci. Ning Lia tampak beberapa kali larut dalam suasana haru saat mengikuti rangkaian doa bersama yang berlangsung khusyuk. Suasana emosional terasa saat doa dipanjatkan bergantian oleh para hadirin.
Dalam sambutannya, Lia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang kembali diberikan untuk menunaikan ibadah haji. Ia juga mengemban tugas sebagai anggota Komite III DPD RI untuk melakukan pengawasan terhadap pelayanan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Tugas tersebut disebutnya amanah negara yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
Menurutnya, pengawasan tersebut mencakup aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan jamaah. Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh jamaah haji mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan sesuai standar. Hal ini menjadi perhatian agar tidak ada kendala selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Ia juga berharap doa dari masyarakat agar seluruh jamaah haji Indonesia, khususnya dari Jawa Timur, diberikan kelancaran sejak berangkat hingga kembali ke Tanah Air. Momentum ini disebutnya sebagai perjalanan spiritual sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah. Ia menilai haji juga menjadi ruang refleksi untuk meningkatkan ketakwaan.
Acara walimatus safar ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama yang berlangsung hangat hingga malam hari. Para tamu memberikan doa terbaik sebagai bekal keberangkatan menuju Tanah Suci. Suasana kekeluargaan terasa hingga acara benar-benar selesai.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar