Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual, UPTD PPA Nganjuk Aktif Layani Child Grooming

Kamis, 22 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi AI

Foto Ilustrasi AI

NGANJUK, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat perlindungan anak dari kejahatan seksual berbasis manipulasi dengan menyediakan layanan khusus bagi korban child grooming. Layanan tersebut diselenggarakan melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk dan mulai beroperasi aktif sejak awal 2025.

Child grooming merupakan bentuk kejahatan seksual yang dilakukan melalui pendekatan bertahap kepada anak, membangun kepercayaan, lalu memanipulasi korban untuk tujuan eksploitasi. Modus ini sering kali berlangsung tanpa disadari korban maupun orang di sekitarnya, sehingga berdampak serius terhadap kondisi psikologis anak dan memerlukan penanganan yang menyeluruh.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk, Andriyana Maharani, menjelaskan bahwa penanganan korban dilakukan melalui UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Unit ini menyediakan layanan pendampingan psikologis serta bantuan hukum bagi korban kekerasan, termasuk korban child grooming.

“UPTD PPA memberikan layanan pendampingan psikologis dan bantuan hukum bagi korban kekerasan, termasuk korban child grooming,” ujar Andriyana.

Pendampingan psikologis menjadi langkah awal untuk membantu pemulihan trauma korban. Menurut Andriyana, anak yang menjadi korban child grooming umumnya mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi lebih pendiam, menarik diri dari lingkungan sosial, serta mengalami tekanan emosional yang berkepanjangan.

Selain pendampingan psikologis, Dinsos PPPA Kabupaten Nganjuk juga menyediakan pendampingan hukum. Layanan ini diberikan kepada korban yang telah siap secara mental, memahami bahwa dirinya merupakan korban kekerasan, serta memiliki keinginan melaporkan pelaku kepada aparat penegak hukum. Seluruh proses dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis anak.

Masyarakat yang membutuhkan layanan pendampingan dapat menghubungi hotline UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Nganjuk di nomor 0852 3577 2020. Andriyana menegaskan bahwa seluruh laporan dan proses pendampingan dijamin kerahasiaannya. Identitas korban maupun pelapor tidak akan dipublikasikan dan hanya dapat diakses oleh petugas berwenang.

Tidak hanya menangani kasus child grooming, layanan UPTD PPA juga terbuka bagi korban kekerasan fisik, kekerasan psikis, serta kekerasan dalam rumah tangga. Dinsos PPPA mengajak masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk berperan aktif melaporkan setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai upaya pencegahan dan perlindungan jangka panjang.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru