SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Upaya meningkatkan literasi keuangan sejak dini terus digencarkan di dunia pendidikan. Salah satunya melalui kuliah tamu pasar modal yang diikuti seluruh siswa kelas 10 SMA Labschool Unesa 1, Rabu-Kamis (22-23/4/2026).
Kegiatan ini menjadi penting di tengah maraknya tren investasi di kalangan generasi muda yang kerap tidak dibarengi pemahaman risiko. Sekolah menggandeng Sucor Sekuritas dan Galeri Investasi FEB UNESA untuk membekali siswa dengan pengetahuan dasar investasi yang aman dan terukur.
Pemateri utama, Dini Safitri, CFP., CTA., menegaskan bahwa pemahaman sejak dini menjadi kunci agar generasi muda tidak terjebak praktik investasi bodong. “Investasi bukan soal ikut-ikutan tren, tetapi soal perencanaan dan disiplin. Siswa perlu mengenal profil risiko sejak awal,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi pasar modal di usia sekolah bisa membentuk pola pikir keuangan yang sehat. “Kalau sejak muda sudah paham, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” kata Dini.
Dari sisi praktis, mahasiswa Manajemen UNESA, Norman Tytas Dwiasinata, membagikan pengalaman langsung belajar investasi. “Saya dulu juga mulai dari nol. Kuncinya konsisten belajar dan tidak takut mencoba, tapi tetap hati-hati,” tuturnya.
Guru Ekonomi, Siti Mazilatus, menilai pendekatan langsung dari praktisi memberi dampak signifikan bagi pemahaman siswa. “Materi jadi lebih mudah dicerna. Mereka tidak hanya tahu teori, tapi juga gambaran nyata di lapangan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Alisa Beta yang melihat kegiatan ini membuka perspektif baru siswa. “Kami ingin mereka tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga cerdas finansial,” katanya.
Kepala sekolah, Dewi Purwanti, menegaskan kolaborasi ini sebagai langkah strategis pendidikan. “Ini bagian dari upaya membekali siswa dengan keterampilan abad 21. Literasi keuangan bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan,” pungkasnya.
Penulis : Ari
Editor : Zainul Arifin


















Komentar