PACITAN, RadarBangsa.co.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025, Pasar Tradisional Arjowinangun di Kabupaten Pacitan justru menunjukkan kondisi yang lesu dan sepi. Padahal, biasanya masa liburan akhir tahun menjadi momentum peningkatan pendapatan bagi para pedagang.
Berdasarkan pantauan RadarBangsa.co.id pada Kamis (26/12/2024), suasana pasar terlihat tenang dengan jumlah pengunjung lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasa. Para pedagang tampak lesu menunggu pelanggan yang jarang datang.
“Biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru pasar ramai, banyak yang belanja untuk kumpul bareng keluarga. Tapi tahun ini kok sepi banget,” kata seorang pedagang yang ditemui di lokasi.
Ia menjelaskan bahwa penurunan jumlah pengunjung dan penjualan sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Menurutnya, kondisi ekonomi yang belum stabil dan kenaikan harga sembako menjadi penyebab utama masyarakat mengurangi pengeluaran.
“Mungkin orang-orang lagi hemat ya, makanya belanja di pasar tradisional juga berkurang. Banyak juga yang memilih belanja di minimarket atau supermarket,” tambahnya.
Hal serupa dirasakan Rina, seorang pedagang pakaian. Ia mengaku biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru, penjualan pakaian, terutama untuk anak-anak, meningkat pesat. Namun, tahun ini penjualan justru menurun drastis.
“Tahun ini kok sepi banget. Cuma ada beberapa pelanggan yang beli baju untuk kebutuhan sehari-hari. Baju baru buat Natal dan Tahun Baru jarang yang beli,” tuturnya.
Akibat kondisi ini, para pedagang mengalami penurunan pendapatan yang signifikan. Beberapa dari mereka bahkan terpaksa mengurangi stok barang dan lebih ketat dalam mengatur pengeluaran agar tetap bertahan.
“Harapannya sih semoga kondisi pasar bisa membaik di hari-hari menjelang Natal dan Tahun Baru. Mungkin orang-orang masih nunggu H-1 atau H-2 baru belanja,” ujar salah satu pedagang lainnya.
Fenomena ini mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat Pacitan yang belum sepenuhnya pulih dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Diharapkan, langkah-langkah strategis dapat diambil untuk mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan usaha lokal.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Yuan
Editor : Zainul Arifin








