NTP Jatim Tertinggi di Jawa, Khofifah Tegaskan Program Tepat Sasaran

- Redaksi

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Kinerja sektor pertanian Jawa Timur menutup tahun 2025 dengan capaian positif. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang tahun sekaligus menjadi yang paling tinggi di Pulau Jawa. Capaian ini memperkuat sinyal membaiknya daya beli petani serta meningkatnya kesejahteraan pelaku usaha tani di daerah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan NTP Jawa Timur pada Desember 2025 mencapai 118,96. Angka tersebut menempatkan Jawa Timur di posisi teratas dibanding provinsi lain di Pulau Jawa, dengan kenaikan bulanan sebesar 3,95 persen—kenaikan tertinggi di kawasan tersebut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan kebijakan daerah dalam menjaga keseimbangan harga dan pendapatan petani. “NTP Jawa Timur pada Desember merupakan yang tertinggi sepanjang 2025 dan tertinggi di Pulau Jawa. Ini menunjukkan pendapatan petani semakin menguat dan kesejahteraan mereka terus membaik,” ujar Khofifah di Surabaya.

Menurut Khofifah, penguatan NTP tidak terlepas dari implementasi Program Jatim Agro yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan secara terintegrasi. Program tersebut mencakup stabilisasi harga hasil pertanian, peningkatan produktivitas, serta perlindungan petani dari lonjakan biaya produksi.

“Kami melakukan intervensi dari hulu hingga hilir, mulai penguatan produksi, perbaikan tata niaga, sampai pengendalian inflasi pangan di daerah. Petani harus merasakan manfaat langsung dari setiap kebijakan,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, Pemprov Jatim juga mendorong modernisasi pertanian melalui fasilitasi alat dan mesin pertanian, penguatan kelembagaan petani, penyediaan asuransi pertanian, serta pengembangan hilirisasi agro untuk menciptakan nilai tambah di tingkat petani.

Capaian NTP ini sekaligus menegaskan peran strategis Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional di tengah dinamika ekonomi global. “Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan kabupaten/kota dan seluruh pemangku kepentingan agar peningkatan NTP dapat berkelanjutan dan kesejahteraan petani terus meningkat,” pungkas Khofifah.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026
Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi
MoU Ketahanan Keluarga di Jatim Pecahkan Rekor MURI, Khofifah Tekankan Akses Keadilan
Khofifah Resmikan RSBL Pasuruan–Kediri, Layanan Rehabilitasi ODGJ Jatim Diperkuat
Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota
Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia
HGN 2026 di Lumajang, 46 Ahli Gizi Turun ke Sekolah Perkuat Literasi Gizi Pelajar
Sungai Meluap, Permukiman Warga di Probolinggo Terdampak Banjir Bandang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:21 WIB

Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:06 WIB

Khofifah Resmikan RSBL Pasuruan–Kediri, Layanan Rehabilitasi ODGJ Jatim Diperkuat

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:22 WIB

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:12 WIB

Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia

Berita Terbaru