Ojek Pangkalan di Kota Blitar Go Digital, Pemkot Dorong Smart City Inklusif

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan ojek pangkalan mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi dan menerima bantuan smartphone dari Pemkot Blitar, Jumat (19/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Puluhan ojek pangkalan mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi dan menerima bantuan smartphone dari Pemkot Blitar, Jumat (19/12/2025). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

KOTA BLITAR, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kota Blitar mempercepat agenda transformasi digital sektor transportasi dengan menyasar ojek pangkalan offline. Melalui pelatihan penggunaan aplikasi dan bantuan perangkat, Pemkot mendorong pelaku transportasi konvensional agar mampu beradaptasi dengan ekosistem layanan digital menuju smart city yang inklusif.

Program ini diikuti puluhan ojek pangkalan dan digelar di Aula Dinas Perhubungan Kota Blitar, Jumat (19/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkecil kesenjangan digital antara transportasi konvensional dan berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Blitar, Juari, menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh meninggalkan pelaku transportasi lokal. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci agar layanan publik tetap relevan dengan perkembangan teknologi.

“Pelatihan ini kami rancang agar ojek pangkalan tidak tertinggal dalam transformasi digital. Mereka tidak hanya dikenalkan aplikasi, tetapi juga langsung difasilitasi smartphone agar bisa segera mempraktikkan layanan berbasis aplikasi,” kata Juari.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi di sektor transportasi diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan, efisiensi waktu, serta daya saing ojek pangkalan di tengah dominasi transportasi online.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto, menyebut pelatihan ini sebagai upaya menyamaratakan literasi digital sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi ojek pangkalan. Program tersebut, kata dia, selaras dengan kebijakan penguatan konektivitas UMKM lokal.

“Harapannya, ojek pangkalan tidak hanya menunggu penumpang di pangkalan, tetapi juga bisa menerima pesanan secara online. Ini membuka sumber pendapatan baru dan membuat mereka punya peluang yang setara,” ujar Juyanto.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dikenalkan dengan aplikasi transportasi Grab serta aplikasi KurirQu yang telah terintegrasi dengan UMKM kuliner di Kota Blitar. Integrasi ini diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang saling menguatkan antara sektor transportasi dan usaha mikro.

Sebanyak 57 ojek pangkalan tercatat menerima bantuan satu unit smartphone. Pemerintah berharap program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi berlanjut pada peningkatan pendapatan, kemandirian pelaku transportasi, serta percepatan terwujudnya smart city yang merata dan berkeadilan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru