Oknum Kiai di Pamekasan Ditangkap, Motif Pembacokan Cemburu di Palengaan Terungkap

Kamis, 19 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konferensi pers Polres Pamekasan ungkap kasus pembacokan, Kamis (19/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Konferensi pers Polres Pamekasan ungkap kasus pembacokan, Kamis (19/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PAMEKASAN, RadarBangsa.co.id – Polres Pamekasan mengungkap kasus pembacokan yang terjadi di Desa Rek Kerrek, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Kasus tersebut dipaparkan dalam konferensi pers, Kamis (19/3/2026) siang.

Seorang oknum kiai berinisial AD (27), warga Desa Campor, Kecamatan Proppo, ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan penganiayaan berat terhadap korban AR (27).

Peristiwa pembacokan terjadi pada Sabtu malam (14/3/2026) di wilayah Desa Rek Kerrek. Korban AR, warga setempat, mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit yang digunakan pelaku.

Usai melakukan aksinya, tersangka sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun, aparat kepolisian berhasil mengamankan pelaku di wilayah Kota Pamekasan pada Rabu (18/3/2026).

Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor milik pelaku serta sebilah celurit yang digunakan saat melakukan pembacokan.

KBO Satreskrim Polres Pamekasan, Herman Jayadi, menjelaskan bahwa motif utama pelaku adalah rasa cemburu terhadap korban.

“Tersangka ini sempat melarikan diri dari tempat kejadian usai melakukan penganiayaan berat menggunakan sebilah celurit kepada korban,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengakuan, pelaku sebelumnya memang telah mencari keberadaan korban sebelum kejadian terjadi.

Kasus ini menambah daftar tindak kriminal dengan motif personal di wilayah Madura. Kepolisian menegaskan komitmennya dalam menindak tegas pelaku kekerasan yang meresahkan masyarakat.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian publik karena melibatkan sosok yang dikenal sebagai tokoh agama, sehingga menimbulkan dampak sosial di lingkungan sekitar.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara menyeluruh latar belakang kasus tersebut.

“Kami akan terus mendalami perkara ini untuk memastikan semua fakta terungkap secara jelas,” pungkas Herman.

Penulis : Debora

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi
Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang
Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam
Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor
Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati
Terduga Pelaku Curanmor Tewas usai Tabrak Median JLU Timur Lamongan
58 HP Senilai Rp310 Juta Dicuri, Pelarian Pembobol Konter Sragen Berakhir
Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:17

17 Kasus Narkoba Terungkap di Lamongan, Brondong Mendominasi

Kamis, 5 November 2026 - 20:34

Rumah Lansia di Deket Lamongan Dibobol, HP dan Perhiasan Emas Hilang

Kamis, 5 November 2026 - 10:30

Arisan Bodong di Lamongan Rugikan Korban Rp132 Juta, Tersangka Ditangkap di Batam

Rabu, 4 November 2026 - 18:59

Berawal dari Penyelidikan Pencurian Ayam, Polisi Lamongan Ungkap Curanmor

Selasa, 3 November 2026 - 20:02

Warga Bluluk Lamongan Temukan Granat dan 41 Amunisi di Kebun Jati

Berita Terbaru