MAGELANG, RadarBangsa.co.id – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengunjungi keluarga almarhum Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan di Dusun Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Kamis (2/4/2026).
Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI AD tersebut saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.
Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan diketahui tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia gugur saat menjalankan operasi, meninggalkan duka bagi keluarga dan institusi TNI.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam IV/Diponegoro datang langsung ke rumah duka untuk bertatap muka dengan keluarga almarhum. Suasana haru menyelimuti pertemuan yang dihadiri kerabat serta warga sekitar.
Sebagai bentuk penghargaan negara, almarhum mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Sersan Kepala (Anumerta). Penghargaan ini diberikan atas jasa dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.
Mayjen TNI Achiruddin menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. “Kami hadir untuk memberikan dukungan moril serta memastikan keluarga almarhum tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengabdian almarhum menjadi kebanggaan bagi TNI dan bangsa Indonesia. “Pengorbanan beliau adalah bentuk nyata dedikasi prajurit dalam menjaga perdamaian dunia,” tegasnya.
Almarhum merupakan prajurit organik Kodam IX/Udayana yang berdinas sejak 2019. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang putri yang masih berusia tujuh bulan.
Kehilangan ini menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi prajurit dalam misi internasional. Di sisi lain, perhatian pimpinan TNI diharapkan memberi kekuatan bagi keluarga serta mempertegas komitmen negara dalam menghargai jasa prajurit.
Dikenal sebagai sosok berdedikasi dan bertanggung jawab, almarhum diharapkan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Pangdam pun menutup kunjungan dengan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Penulis : Bandi
Editor : Zainul Arifin


















Komentar